Senin, 20 Agustus 2018, 6:20
Home / NEWS / SUKU TENGGER LAKUKAN NYEPI, OBYEK WISATA BROMO RAMAI DIKUNJUNGI WISATAWAN
Suasana Tempat Ibadah Umat Hindu Tutup. Sumber Foto : Zulkiflie

SUKU TENGGER LAKUKAN NYEPI, OBYEK WISATA BROMO RAMAI DIKUNJUNGI WISATAWAN

Obyek Wisata Bromo Masih Ramai Di Kunjungi. Sumber Foto : Zulkiflie

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Perayaan nyepi tahun baru saka 1939, yang jatuh pada Selasa (28/03/2017), membuat lengang suasana perkampungan umat hindu Suku Tengger di lereng Gunung Bromo, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Rumah – rumah penduduk sepi, nyaris tidak ada aktivitas warga. Rumah warga suku Tengger tertutup, mulai pintu rumah, jendela dan gorden tertutup rapat. Begitu juga di areal lahan pertanian, tak nampak warga mengolah lahannya. Praktis aktivitas tak seperti hari – hari biasanya, tak ada hiruk pikuk.

Warga Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi nampak khidmad dan khusuk, melakukan tapabrata di dalam rumah. Jalan akses ke Pura Agung Dharma Bhakti di Desa Ngadas ditutup portal dan diberi sesajen.

Namun, di area wisata Gunung Bromo tampak suasana berbeda. Kawasan wisata ini ramai dikunjungi wisatawan dan kontras dengan suasana perkampungan. Sejumlah wisatawan menikmati keindahan padang savana, bukit telebubies, cemoro lawang dan lautan pasir.

Ya, obyek wisata ini masih dapat dinikmati oleh wisatawan saat libur Nyepi dan menjadi wisata alternatif setelah mereka tak dapat berlibur ke Bali.

Diketahui, Perayaan nyepi tahun ini Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS, selaku pengelola wisata masih tetap membuka kunjungan wisata. Dari tiga pintu masuk, hanya pintu masuk dari Wonokitri Pasuruan yang ditutup. Sementara Jemplang Malang dan Cemoro Lawang Probolinggo tetap buka.

“Kita tidak menutup, yang tutup biasanya dari adat, pemangku adat utamanya dari pintu masuk Pasuruan. Sedangkan kunjungan meningkat karena kebetulan nyepi dan longwekend,” terang Sarmin, Kasi Pengelolaan Wisata TNBTS.

Menurut Sarmin, Di libur panjang Nyepi saat ini jumlah kunjungan wisata, mencapai 2.000 orang per hari. Meningkat drastis dibanding hari – hari biasanya yang hanya 500 pengunjung per hari.

Namun demikian, Para wisatawan tetap dihimbau agar menghormati warga Suku Tenger yang tengah beribadah. (Zulkiflie/Dir)

Check Also

ACARA IKUT DITAMPILKAN UNTUK MEMERIAHKAN PENURUNAN BENDERA HUT RI DI JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kegiatan menjelang dilaksanakannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *