Senin, 21 Mei 2018, 6:23
Home / Uncategorized / TIRULAH PAKDE KARWO
Gubernur Jatim Soekarwo Memberikan Sambutan HUT Bios TV ke 9 Di Gedung Robotika ITS, Selasa (23/05/2017) Nalam. Sumber Foto : Endri Soedarto

TIRULAH PAKDE KARWO

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tirulah Pakde Karwo Kalimat itulah yang mengemuka pada acara temu tokoh Jatim yang bertemakan ‘’Siapa dan Bagaimana Pasca Pakde Karwo’’. Acara ini berlangsung di Gedung Robotika ITS, Selasa (23/05/2017) malam.

Mantan Ketua MK Mahfud MD berharap besar, calon pemimpin Jatim, setelah Pakde Karwo lengser pada tahun 2019 lebih baik, atau paling tidak setara Pakde Karwo, panggilan akrab Gubernur Jatim Soekarwo.

“Gubernur Jatim ke depan harus memiliki leadership lebih baik dari Pakde Karwo. Ini karena beliau sudah bagus. Seringkali orang khawatir suatu daerah akan mundur karena leadership rendah dan Gubernurnya jadi karena rekayasa politik. Tapi di Jatim itu tidak terjadi,” kata Mahfud dalam acara bertema Temu Tokoh Jatim (Siapa dan Bagaimana Pasca Pakde Karwo) di Gedung Robotika ITS, Selasa (23/05/2017) malam.

Mahfud juga menilai, Pakde berhasil menelurkan kebijakan – kebijakan populis. Pakde dianggap populis tidak hanya pada angka – angka ekonomi saja, tapi hubungan sosial politik juga dibangun. “Pakde itu bisa bergaul dengan rakyat. Tirulah Pakde untuk calon Gubernur ke depan,” tandasnya.

Kata dia, selesai pilgub Jatim, Pakde bisa merangkul lawan – lawan politiknya menjadi kawan seperjuangan untuk membangun Jatim di bawah komando Pakde.

“Gubernur Jatim yang mewarisi Pakde itu nanti tinggal enaknya. Ini karena sudah tinggal melanjutkan saja program yang populis, jangan sampai dibongkar – bongkar lagi yang sudah bagus. Untuk itu, rakyat Jatim harus pandai memilih pemimpin setelah Pakde Karwo. Kita harus relakan Pakde Karwo yang sudah memimpin hampir 10 tahun. Jatim harus tetap jadi benteng menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Mahfud yang merupakan tokoh asal Madura itu mengakui sosok Pakde pasti dicatat dalam survei dan masuk radar partai – partai sebagai calon pemimpin pada Pemilu Presiden 2019.

Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono menambahkan, ketika Pakde Karwo memimpin telah mencanangkan kebijakan menolak impor beras, gula dan daging. Ini sama dengan kebijakan Presiden Jokowi untuk memantapkan kemandirian pangan.

Surplus beras Jatim ditopang dari Ngawi. Produksi beras Ngawi yang mencapai 600 ribu ton naik menjadi 800 ribu ton. ‘’Ini berkat dorongan dan kedekatan Pakde Karwo dengan Bupati/Walikota yang juga luar biasa,” ujar Bupati Ngawi.

Disesi lain Wakil Ketua DPRD Jatim sekaligus Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi juga mengatakan, Pakde Karwo kuat pada sisi teori dan memahami kondisi wilayah dengan baik.

Dia mencontohkan, rapat koordinasi eksekutif dengan legislatif tidak harus di Grahadi. Terkadang juga Pakde Karwo diundang diskusi datang ke gedung DPRD Jatim sambil ngopi. Ide – idenya sangat sederhana, tapi luar biasa dampaknya. ‘’Keberhasilan kepala daerah itu juga keberhasilan DPRD Jatim. Di Jatim, hanya satu faksi yaitu faksi Jatim,” tandasnya. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

KETUA DARMA WANITA SIGI AJAK ANGGOTA KOMIT PERANG TERHADAP KDRT

WAGATABERITA.COM – SIGI. Seminar Dampak KDRT dalam Hubungan Keluarga yang diselenggaran Darma Wanita Sigi atas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *