Jumat, 21 September 2018, 1:56
Home / PROBOLINGGO / KICK OFF LIGA SANTRI NUSANTARA REGION III JATIM, DIGELAR HARI INI
Habib Hadi Saat Membuka Gelaran LSN Region 3 Jatim, Rabu (23/08/2017), Sumber Foto - Zulkiflie

KICK OFF LIGA SANTRI NUSANTARA REGION III JATIM, DIGELAR HARI INI

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Liga santri nusantara (LSN) 2017, Region 3 Jawa Timur, akhirnya digelar, Rabu (23/08/2017), di stadion Bayuangga kota Probolinggo. Sebanyak 4 Tim dari sejumlah Pondok pesantren se – Tapal Kuda Jatim akan bertanding pada hari ini.

Pada pertandingan awal Liga Santri, 2 Tim asal pondok pesantren di Probolinggo, dipertemukan. Kedua tim, adalah Tim santri Ponpes Umul Quro dengan Tim santri Ponpes Zainul Hasanain. Dalam pertandingan pembuka olah raga sepak bola itu, Tim asal pondok pesantre Zainul Hasanain lolos memimpin perolehan gol, dengan skor 5 – 0.

Sementara itu, Liga Santri Nusantara Region 3 Jatim tahun 2017, diikuti sebanyak 32 Tim asal Pondok pesantren se – Tapal Kuda. Dalam penentuan juara pada Liga Santri Nusantara, panitia menerapkan sistem gugur.

Ketua LSN, Region 3 Jatim, Abdul Aziz mengatakan, di Probolinggo sendiri ada sebanyak 7 Tim yang ikut bertanding, pada Liga Santri Nunsantara. Sedangkan, untuk batasan usia yang diperbolehkan sebagai peserta Tim, adalah mereka yang lahir pada tahun 2000 ke atas.

“Jadi untuk gelaran LSN ini, tersebar di seluruh Indonesia, dan di Probolinggo masuk Region 3 Jatim. Sementara, untuk jumlah total secara nasional tim yang ikut ada 1.024 tim. jumlah itu sudah masuk rekor muri, karena jumlahnya melebihi,” kata Aziz.

Pengasuh Pondok Pesantren, Riyadlus Sholihin kota Probolinggo, yang ikut membuka gelaran LSN Region 3 Jatim, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, ia mendukung penuh langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (RMI), Nahdlatul Ulama (NU), yang menggelar adanya Liga Santri Nasional.

Menurut Habib Hadi, dengan adanya event tersebut berpotensi mencetak bibit – bibit baru, pemain sepak bola Indonesia, utamanya mereka yang berasal dari kalangan santri pondok pesantren.

“Jadi sebenarnya banyak anak – anak santri, yang mempunyai skill dan kemampuan baik dalam olah raga sepak bola, namun luput dari perhatian pemerintah. Dan saya mengapresiasi adanya LSN ini, karena bisa menjadi wadah, guna mengembalikan citra legenda pemain-pemain Indonesia yang dulunya pernah membanggakan,” pungkas Habib Hadi, tokoh ulama Probolinggo, yang bakal maju pada pertarungan pemilihan Walikota tahun 2018 mendatang. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

KASUS CURAT TERTINGGI OPS SEMERU POLRES PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kepolisian Resort Probolinggo, berhasil mengungkap 45 kasus tindak kriminal dan kejahatan, dengan mengamankan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *