Kamis, 20 September 2018, 17:39
Home / Uncategorized / UGM PAPARKAN KAJIAN PENANGGULANGAN TANAH GERAK DI TRENGGALEK
Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak. Sumber Foto : (Ayu Mila Sari)

UGM PAPARKAN KAJIAN PENANGGULANGAN TANAH GERAK DI TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM РTRENGGALEK. Universitas Gajah Mada (UGM) lakukan kajian mendalam terhadap kejadian tanah longsor ataupun tanah gerak yang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Dari kajian dilapangan yang dilakukan, salah satu Universitas terbaik Negeri ini memaparkan kajian penanggulangan yang harus dilakukan.

Menurut Dr. Wahyu Wilopo, S.T, M.Eng, berdasarkan kelas geologi, struktur tanah maupun kelerengan lereng, secara garis besar wilayah Trenggalek merupakan daerah yang rawan pergerakan tanah. Potensi terjadinya pergerakan tanah hampir mencapai 70%.

Ditambahkan olehnya hal ini merupakan sebuah tantangan bagaimana menata tata guna lahan yang aman bagi masyarakat Trenggalek itu seperti apa. Memang kalau melihat tantangannya, Trenggalek itu mempunyai banyak daerah pegunungan yang rawan. Melihat luasan yang ada tidak memungkinkan Pemerintah atau BPBD untuk melakukan relokasi warga secara keseluruhan.

Dijelaskan oleh Wahyu yang bisa kita

lakukan saat ini, meminta warga untuk bisa beradaptasi dengan alam, sehingga ketika akan terjadi longsor itu orang sudah tahu dan mengevakuasi diri masing – masing.

“Tantangan kita saat ini yaitu menyadarkan kepada masyarakat bahwasannya ini loh kita tinggal di daerah rawan longsor, sehingga kita perlu siap siaga, pahami tanda dan siap kapan waktunya untuk kita mengungsi dan sewaktu aman kita kembali lagi”, tegasnya.

Sedangkan Kalaksa BPBD, Joko Rusianto menyampaikan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, khususnya BPBD telah menjalin kerjasama dengan Fakultas Tekhnik Universitas Gajah Mada. Inti dari kerjasama ini adalah sebuah rekomendasi atau kajian akademik mengenai tindak lanjut apa yang akan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, kerjasama dengan UGM ini merupakan bagian dari proses yang telah dijalankan semenjak awal tahun dimana Pemerintah mengkaji secara seksama, bagaimana sebenarnya pemetaan kerawanan bencana yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Disampaikan oleh Doktor termuda se – Asia Pasifik ini “Kelihatannya sekarang ini Trenggalek kering, namun kita harus tetap mengantisipasi kekeringan ini jangan sampai kita lengah, karena kita punya riwayat kerawanan bencana tanah longsor yang sangat tinggi. Dengan kita memetakan kerawanan ini kita bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi kerawanan-kerawanan tanah longsor ataupun tanah gerak,” imbuhnya.

“Tadi UGM mengingatkan kita untuk hati-hati mengembangkan sawah pada titik-titik kelerengan curam meskipun menggunakan sistem teras iring. Begitu sawah ini dialiri air dan air ini menggenang dan masuk kelapisan batu. Ini bisa mengakibatkan pergeseran seperti yang terjadi di terbis,” jelas suami Arumi Bachcin ini.

“Atau mungkin kita bisa merekomendasikan zona – zona mana yang aman dengan wilayah pemukiman. Atau mungkin bila perlu daerah – daerah rawan tersebut tidak perlu padat pemukiman,” tegas Emil Dardak. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

SAAT PUISI ESAI MENDENGAR SUARA DARI SABANG

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Bagi seorang penulis (sastra maupun popular)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *