Jumat, 21 September 2018, 13:48
Home / NEWS / ANGGOTA DEWAN NILAI UPAYA PENINGKATAN PAD DI TRENGGALEK MASIH MINIM
Wakil Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

ANGGOTA DEWAN NILAI UPAYA PENINGKATAN PAD DI TRENGGALEK MASIH MINIM

WAGATABERITA.COM -TRENGGALEK. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek menilai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek, justru menurun dari tahun sebelumnya. Selain itu menyorot beberapa aset yang berpotensi untuk mendongrak PAD, terlihat tak berfungsi secara optimal alias mangkrak.

Berdasarkan penyampaian Rancangan Peraturan Daerah APBD Kabupaten Trenggalek Tahun 2018 oleh bupati, fraksi PAS tampak getol mengkritisi peningkatan PAD. Mereka menilai PAD tak lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan, pihaknya menilai bahwa kinerja Pemerintah Daerah belum maksimal.

“Upaya peningkatan PAD bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan aset yang ada. Mengalihfungsikan lahan aset yang saat ini menjadi lahan pertanian, dapat difungsikan menjadi kawasan pertokoan atau rumah toko,” jelas salah satu anggota fraksi PAS, Nur Effendi saat dikonfirmasi, Minggu (22/10/2017).

Selain itu, kata Nur, sapaan akrabnya beberapa aset daerah seperti percetakan BPS dan Bank Prima, juga masih belum dikelola dengan baik.

Peningkatan PAD dari tahun ke tahun terbukti masih sangat minim, terlebih dari sektor retribusi yang hasilnya dinilai tidak sesuai dengan biaya promosi yang telah dilakukan. Sehingga pemerintah daerah harus segera berbenah, demi peningkatan laju Pendapatan Asli Daerah.

Menanggapi kritikan dari sejumlah fraksi yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Trenggalek, Wakil Bupati Trenggalek H. Muchammad Nur Arifin mengatakan bahwa untuk meningkatkan PAD melalui pemanfaatan lahan pertanian menjadi kawasan pertokoan atau ruko, pihaknya akan mengkaji ulang dan mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi nantinya.

“Kita harus mengkaji ulang dan mempertimbangkan segala sesuatu dampak yang positif maupun negatif dimana lahan pertanian yang ada akan diubah menjadi kawasan pertokoan atau ruko,” ungkap Arifin.

Sejauh ini fraksi PAS menilai jika Pemerintah Daerah mampu memanfaatkan dan mengelola seluruh aset dengan optimal, diyakini akan ada peningkatan PAD yang signifikan. Dengan demikian proses pembangunan di kota tempe kripik akan berjalan lebih baik. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

PEMKAB TRENGGALEK GELAR KONSULTASI PUBLIK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Mendapatkan beberbagai penghargaan terkait tata kelola pemerintahan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *