Selasa, 12 Desember 2017, 23:15
Home / PROPERTI / INSPEKTORAT TEMUKAN KEJANGGALAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN DILEM WILIS
Bangunan Bendungan Dilem Wilis Yang Dinilai Tak Layak Oleh Inspektorat Trenggalek. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

INSPEKTORAT TEMUKAN KEJANGGALAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN DILEM WILIS

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Ambrolnya bangunan embung dilem wilis yang ada di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek kemarin membuat Inspektorat angkat bicara. Dari keterangan yang didapatkan dilapangan pada beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan atas pembangunan bendungan tersebut.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan, kejanggalan – kejanggalan yang ditemukan pada pembangunan bendungan embung dilem wilis diantaranya adanya beton cor yang mana proses pengecorannya dinilai tidak layak.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Trenggalek, Bambang Agus Setyadi mengungkapkan beberapa kejanggalan yang ditemukan pada sidaknya beberapa waktu lalu. “Seperti pada proses pengecorannya, diketahui ada beton yang bocor. Hal tersebut diperkuat lantaran dengan adanya besi beton yang terlihat. Selain itu pula dalam proses pemasangan batu juga masih banyak yang tidak layak atau janggal,” ucapnya, Selasa (21/11/2017).

Sebelum kejadian ambrolnya bangunan embung dilem wilis ini, pihak Inspektorat juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bendungan. Dari hasil peninjauan tersebut, pihaknya banyak menemukan kejanggalan terhadap bangunan embung. Hingga akhirnya memutuskan untuk merekomendasikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menolak hasil pekerjaan dengan alasan tidak layak.

“Berbicara janggal, memang sangat terlihat beberapa kejanggalan yang terjadi selama proses pembangunan embung ini. Oleh karena, pihak Inspektorat memutuskan untuk merekomendasikan penolakan hasil pekerjaan tersebut kepada PPK karena sangat jauh dari kata layak,” tegasnya.

Seperti yang diketahui bahwa bangunan di embung dilem wilis ini merupakan salah satu bangunan yang rencananya akan dibiayai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017, dari Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Trenggalek dengan anggaran senilai Rp 291 juta rupiah.

Melihat pembangunan bendungan dilem wilis yang dinilai tidak layak ini membuat proses Provisional Hand Over (PHO) ditolak dan tidak bisa dibayar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

SMK DI TRENGGALEK SUMBANG ANGKA PENGANGGURAN TERBESAR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Tempe Kripik, sumbang angka pengangguran terbesar ketimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *