Selasa, 14 Agustus 2018, 20:14
Home / NEWS / PENDIDIKAN VOKASIONAL JADI BAHAN PEMBAHASAN WORKSHOP APPSI DI SURABAYA
Penandatangan Kerjasama Pemprov Jatim Dan Jawa Barat Serta Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

PENDIDIKAN VOKASIONAL JADI BAHAN PEMBAHASAN WORKSHOP APPSI DI SURABAYA

WAGATABERITA.COM-SURABAYA. Undang – undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang isinya menekankan bahwa SMK, SMA dan SLB memberikan tanggung jawab kepada pemerintah provinsi.

Itu disampaikan Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Selasa (21/11/2017) malam di Sangri – La Hotel Surabaya, Jatim.

Workshop ini dalam rangka kerjasama pemanfaatan produk unggulan daerah yang mengusung tema “Optimalisasi Kerjasama Perdagangan Antar Daerah.”

Kata Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur Jatim itu, Jatim telah melakukan berbagai langkah pasca pengalihan tersebut, yaitu  komitmen dalam vokasional. Langkah yang dilakukan adalah mengubah komposisi persentase SMU : SMK  dari 70 : 30  menjadi 30 : 70. Saat ini, posisinya telah mencapai 35 persen SMU dan 65 persen SMK. Dengan komposisi seperti itu, semua lulusan SMK dapat terkreditasi, sehingga mengurangi jumlah pengangguran. “Di Jatim setiap tahun ada 326 ribu tenaga kerja baru, sehingga kita harus berkerja keras termasuk menyiapkan lulusan yang link and match dengan industri maupun UMKM yang membutuhkan,” kata Pakde Karwo.

Dia menambahkan, Jatim memiliki sedikit permasalahan dalam hal pendidikan vokasional. Secara keseluruhan ada 1.991 SMK dengan komposisi 290 SMK negeri dan 1.600 SMK swasta. Dari 1.600 SMK swasta, yang terakreditasi A hanya 20 persen. “Sisanya masih perlu dibenahi,” katanya.

Itu sebabnya, berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan kualitas SDM, salah satunya menerapkan dual track strategy yang meliputi sektor formal dan strategi non formal. Strategi formal akan diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang selaras dengan perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya. Selain itu upaya menciptakan wirausaha – wirausaha yang punya daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri maupun pasar global.

Sedang pada strategi non formal diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan bersertifikat, dengan peningkatan sumber daya manusia melalui SMK mini dan balai latihan kerja dengan target 30.032 orang. “Setidaknya Jatim bisa menyediakan 227.825 tenaga kerja bersertifikat dan berdaya saing,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulsel, menegaskan peran dan fungsi Gubernur sebagai tangan kanan dan menteri sebagai tangan kiri Presiden. Untuk itu, diharapkan segala kegiatan pusat di daerah agar dikoordinasikan dengan Gubernur. “Seluruh Gubernur tegak lurus dengan Presiden. Persatuan dan kesatuan, serta NKRI menjadi landasan dan falsafah para Gubernur,” tegas Syahrul. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

DOAKAN EMIL MENJADI HAJI MABRUR, RIBUAN PENGURUS FATAYAT DAN NU SAMBANGI TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Bupati Trenggalek Emil Elestianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *