Rabu, 22 Agustus 2018, 6:11
Home / NEWS / HUKUM / ANIAYA WARTAWAN, 8 OKNUM POLRES MIMIKA JADI TERSANGKA
Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon.

ANIAYA WARTAWAN, 8 OKNUM POLRES MIMIKA JADI TERSANGKA

WAGATABERITA.COM – TIMIKA. Karena melakukan penganiayan terhadap wartawan, 8 oknum Polres Mimika ditetapkan tersangka.

Pekan lalu pernah santer diberitakan penganiayaan seorang wartawan media online bernama Saldi Hermanto, dianiaya oleh sekelompok oknum polisi di Mimika.

Kasus penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama itu terjadi pada Sabtu 11 November, malam lalu.

Siaran pers yang diterima menyebutkan, setelah melalui proses pemeriksaan terhadap korban maupun sejumlah saksi saat yang bersangkutan dijemput paksa, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan sudah ada 8 oknum anggotanya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Sudah masuk proses penyidikan, tersangka 8 orang,” kata Victor, Kamis (23/11/2017).

Kapolres juga menegaskan bahwa, proses penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut dalam kategori mudah. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama penyidik akan menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika.

“Sudah saya sampaikan, ini kasus yang mudah pembuktiannya. Sesegera mungkin berkasnya kita serahkan ke Kejaksaan,” ujarnya.

Secara pribadi, Kapolres maupun organisasi Polres Mimika telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum anggotanya. Bahkan, ia pun ikut mengecam tindakan oknum anggota yang melakukan perbuatan tersebut.

Ia juga berjanji penanganan kasus akan dilakukan secara terbuka. Wartawan maupun masyarakat bisa mengawal dan mengawasi langsung perkembangan kasusnya. Victor berharap, kejadian serupa agar tidak terulang lagi dikemudian hari.

Sebelumnya, Saldi dijemput paksa dari salah satu warung didepan kantor pelayanan Satlantas Polres Mimika, oleh sejumlah oknum anggota Polres Mimika ber – atribut lengkap. Saat itu Saldi bersama sejumlah rekan – rekan wartawan lainnya sedang nongkrong. Saat dijemput, ia kemudian dibawa ke pos terpadu di jalan Budi Utomo dan dianiaya hingga babak belur.

Selanjutnya menyikapi aksi penganiayaan terhadap rekan seprofesinya, puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Timika menggelar demonstrasi sebagai aksi protes di kantor pelayanan Polres Mimika pada Senin 13 November. Usai menyerahkan pernyataan sikap, wartawan kemudian menemui anggota DPRD Mimika meminta ikut mengawal kasus tersebut. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

KASUS DUGAAN PENIPUAN PLAT BESI PT BMKU MULAI TERBONGKAR PASCA DIHADIRKAN SAKSI PADA PENGADILAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. PT. Bajamarga Kharisma Utama (BMKU) yang melaporkan Tersangka Tony dalam kasus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *