Jumat, 19 Oktober 2018, 19:04
Home / NEWS / HUKUM / POLRES TRENGGALEK UNGKAP KASUS PENYELEWENGAN DANA HIBAH

POLRES TRENGGALEK UNGKAP KASUS PENYELEWENGAN DANA HIBAH

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengungkap kasus korupsi penyelewengan pengelolaan hibah usaha pengembangan sapi peranakan ongol tahun 2014 lalu pada Kelompok Tani Ternak Al Baqor.

Diketahui pelaku yang berperan sebagai Ketua Kelompok Tani Ternak Al Baqor (fiktif) ini adalah Sururun (60) warga Dusun Krajan RT 14 RW 05 Desa Parakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak kepolisian mendapat laporan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan pengelolaan hibah usaha pengembangan sapi peranakan ongol di tahun 2014 lalu.

Dikonfirmasi terkait pengungkapan kasus korupsi tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo menyebutkan bahwa atas perbuatan pelaku, korban yang tak lain adalah Kelompok Tani Ternak Al Baqor Desa Parakan Trenggalek mengalami kerugian hingga Rp 210 juta.

“Jadi memang pelaku ini, seolah – olah membuat kelompok tani fiktif yang bernama Al Baqor pada tahun 2014 lalu. Tak tanggung – tanggung, atas kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 210.500.000 rupiah,” ucapnya, Selasa (16/01/2018).

Didit juga menerangkan setelah membuat kelompok tani ternak tersebut, pelaku juga mencantumkan nama – nama anggota kelompok tanpa adanya musyawarah dan persetujuan dari yang bersangkutan.

Selanjutnya, pelaku mengajukan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan hibah sapi peranakan ongol sebanyak 20 ekor sapi.

“Pasca diberikan hibah sapi sebanyak 20 ekor ini, pelaku menjual 10 ekor sapi dan 5 ekor diberikan kepada 5 orang bukan anggota kelompok tani Al Baqor. Sedangkan 5 ekor sapi sisanya diakui pelaku sudah mati,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan kasus oleh Satreskrim Polres Trenggalek, petugas berhasil mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Seperti prosposal pengajuan bantuan, SK Gubernur Jatim, SPK pengadaan sapi, cek hasil lelang 5 ekor sapi senilai Rp 34 juta rupiah dan uang tunai hasil penjualan sapi senilai Rp 7,5 juta.

Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Trenggalek guna proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya yang merugikan negara ini, pelaku dijerat pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” tegas Didit. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

BUPATI EMIL HADIRI SOSIALISASI TAHAPAN PEMILU 2019

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak menghadiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *