Senin, 28 Mei 2018, 12:16
Home / NEWS / TEBING SETINGGI 80 METER DI JALUR WISATA BROMO LONGSOR
Tebing Jalur Masuk Obyek Wisata Bromo Yang Longsor, Minggu (18/03/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

TEBING SETINGGI 80 METER DI JALUR WISATA BROMO LONGSOR

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Tebing setinggi 80 meter, yang berlokasi di jalan pintu masuk obyek wisata gunung Bromo, jalur Cemoro Lawang kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami longsor hingga menutupi bahu jalan setempat, Minggu (18/03/2018).

Longsoran tebing yang berupa material tanah bercampur pasir, rumput, ranting pohon, dan batu. Membuat, akses jalan setempat tak dapat dilewati kendaraan roda dua, maupun roda empat. Guna menyiasatinya, wisatawan yang hendak areal lautan pasir, Taman Teletubbies, ataupun kawah gunung Bromo, sementara waktu mengambil jalan alternatif dengan berjalan kaki.

Kepala Resort Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kawasan Lautan Pasir, Subur menyampaikan, longsor terjadi pada Minggu Dini Hari. Longsoran tanah sendiri, disebabkan oleh kontur tanah yang labil dan memang masuk kategori daerah rawan longsor.

“Jadi kejadiannya sekitar pukul 02 : 00 pagi, saat itu longsoran tanah sudah menutupi bahu jalan. Kita pun langsung melakukan pengecekan, dan beruntung tidak ada korban,” ungkap Subur.

Namun demikian, meski tengah terjadi longsor pihaknya tidak menutup pintu masuk bagi wisatawan yang hendak berlibur di obyek wisata Bromo. Pasalnya, pihak TNBTS telah menyediakan jalur alternatif untuk wisatawan.

“Tidak kita tutup, karena memang akses menuju obyek wisata bromo tetap ada. Jika ingin ke lautan pasir, taman teletubbies, ataupun kawah gunung Bromo, pengunjung bisa melewati jalur alternatif yang ada, namun hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD kabupaten Probolinggo, Faqih menjelaskan, jika proses pembersihan material longsor baru bisa dilakukan pada Senin Besok. Pasalnya, material longsor yang ketebalannnya mencapai 5 meter dan luas 15 meter, memaksa petugas harus menerjunkan alat berat untuk pembersihan.

“Kita akan bersihkan besok senin, karena kalo dibersihkan menggunakan alat seadanya, akan memakan waktu lama. Apalagi sekarang masih dalam nuansa Nyepi, tokoh adat setempat belum berkenan untuk proses pembersihan,” terang Faqih.

Hingga berita ini ditulis, Petugas gabungan TNI, Polri, TNBTS, dan BPBD, terus melakukan penjagaan di areal terjadinya longsor. Petugas mengkhawatirkan, jika nantinya terjadi longsor susulan. (Zulkiflie)

Check Also

UNTUK SUKSESKAN HPN 2019, SELAKU TUAN RUMAH JATIM PERSIAPKAN DIRI SEJAK SAAT INI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo adakan acara berbuka puasa dengan tema “Buka Puasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *