Minggu, 23 September 2018, 13:23
Home / SPORT / SPORT LAIN / PEMUDA WATOPUTEH BUAT KEJUARAAN VOLLY BALL, CAMAT LARANG GUNAKAN FASILITASNYA
Karena Tak Dapat Izin Dari Camat, Masyarakat Pemuda Watopute Bersama BSB Membuat Lapangan Volly Ball Di Kebun Milik Warga Di Desa Bangkali Kecamatan Watoputeh Muna.

PEMUDA WATOPUTEH BUAT KEJUARAAN VOLLY BALL, CAMAT LARANG GUNAKAN FASILITASNYA

WAGATABERITA.COM – MUNA. Tidak seperti biasanya, menjadi Pemerintah setempat di daerah manapun dalam bingkai negara kesatuan Republik ini, haruslah merangkul dan memberikan motivasi terbaik kepada semua kalangan masyarakatnya yang ingin berekspresi dalam berbagai agenda sosial kemasyarakatan. Apakah itu dalam mengadakan pentas kejuaraaan, baik kegiatan seni maupun budaya dan olah raga serta pentas kegiatan positif lainnya, haruslah disikapi dengan tindakan positif pula oleh pemerintah.

Kendati demikian hal itu jauh dari yang di harapkan seperti yang terjadi dengan salah satu daerah di Sulawesi Tenggara ini, yakni di Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Karena di tolak oleh kepala pemerintahan setempat yakni Camatnya, Ali Fakara, untuk menggunakan fasilitas Pemerintah, akhirnya masyarakat Pemuda di Kecamatan Watopute yang bakal melaksanakan pentas kejuaraan olah raga Volly Ball itu, membuat lapangan sendiri dengan menggunakan kebun milik warga.

Bukan hal itu saja, Camat Watoputeh pernah menjanjikan masyarakat Pemudanya bahwa akan memberikan bantuan jika mengadakan kegiatan kejuaraan Volly Ball. Hal itu di ungkapkan dua orang Pemuda warga Kecamatan Watoputeh, La Samia dan Agus yang di dampingi bersama pemuda – pemuda watoputeh lainnya ketika di temui di Desa Bangkali oleh wagataberita.com pada Jumat lalu (30/03).

“Pak Camat Pernah berjanji ke kami usai kegiatan Gala Desa tahun 2017 lalu, bahwa akan membantu kami. Kejuaraan Volly Ball ini sudah lama kami rencanakan. Tapi kami menunggu janji bantuan dari Pak Camat tidak pernah terealisasi, maka bersama senior – senior saya, kami bersepakat menerima usulan Brigade Sowite Bersatu (BSB) Muna yang siap mewadai kami dan bersedia mendanai kami pada kejuaraan Volly Ball yang sudah begitu lama kami rencanakan ini,” ungkap Agus.

Sambung Samia, bukan hanya janji itu, namun sudah banyak informasi juga yang kami dapatkan, kalau Pemerintah dalam hal ini Camatnya, itu sudah menyebar luaskan pernyataannya bahwa tidak akan memberikan ruang kepada kami yang bakal menggunakan lapangan milik pemerintah.

“Seharusnya pemerintah bersyukurlah dengan adanya kegiatan ini. Karena akan menghidupkan juga pemasukan ekonomi masyarakat. Sampai – sampai tiba ditelinga kami ada kata mau Kuca kami. Maksudnya apa,” katanya.

Hal serupa di katakan Ketua BSB Muna, LM Masrul bahwa apa yang dikatakan oleh adik kami itu benar adanya.” Sebelumnya kami sudah lebih dulu koordinasi dengan Polsek Watoputeh. Dan Kami juga sudah berbincang – bincang dengan Kepala Desa Bangkali tentang Lapangan miliki pemerintah itu. Namun Kades tidak berani juga memberikan keputusan karena keraguannya kepada Camat sebagai atasannya,” terangnya.

Bahwa kegiatan yang sudah direncanakan oleh adik – adiknya, pemuda di Kecamatan Watoputeh itu, Kata Masrul, baru dalam tahap perencanaan, namun setelah mendegar penryataan Camat yang sudah tersebar luas itu, akhirnya para pemuda dan beberapa tokoh masyarakat lainnya bersepakat membuat lapangan sendiri dengan memakai kebun warga.

“Bagaimana kita mau menemui Camat, untuk meminta izin, kalau Camatnya sudah tidak memiliki itikad baik dengan kami selaku masyarakatnya. Kegiatan inikan bukan kegiatan politik. Mumpung lembaga BSB yang mereka minta untuk mewadai mereka, yah saya selaku Ketua BSB siap membantu menjembatani kegiatan mereka agar dapat berjalan dengan sukses seperti yang mereka harapkan selama ini,” ucapnya.

Kegiatan yang di harapkan masyarakat Watoputeh lanjut Masrul, ini kan sudah sangat lama direncanakan. Dan apa bedanya dengan kegiatan kegiatan sebelumnya, misalkan seperti kejuaraan Habil Marati Cup. “BSB Cup dan Habil Marati Cup, itu kan sama saja. Tapi kami BSB berbadan hukum yang jelas. Terdaftar di Kesbang dan miliki akta notaris yang jelas,” tuturnya.

Sementara Camat Watoputeh, Ali Fakara yang di konfirmasi melalui telepon genggamnya terkait kegiatan Pemuda Watoputeh yang menggunakan wadah BSB Muna untuk mengadakan kajuaraan Volly Ball yang ingin menggunakan lapangan milik pemerintah, justru berbalik menanyakan identitas media seraya mengatakan kalau dirinya belum di konfirmasi.

“Ini dengan siapa. Wartawan apa. Untuk itu saya belum dapatkan konfirmasi tentang rencana itu. Saya baru dapat beritanya,” Ucapnya denga Nada suara keras. Minggu (01/04/2018)

Kegiatan yang di rencanakan oleh masyarakat Pemuda Kecamatan Watoputeh dengan menggunakan wadah BSB pada Kejuaraan Volly Ball yang juga di rencanakan pesertanya berasal dari Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Tenggah, bakal dilaksanakan pada tanggal 7 April 2018 nanti. (Zainal Arifin Suyoto)

Check Also

ARUMI PIMPIN PERWOSI JATIM AKAN BUDAYAKAN OLAHRAGA PADA PEREMPUAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Musyawarah Provinsi (Musprov) Perwosi X dilaksanakan di Hotel Santika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *