Kamis, 19 April 2018, 22:30
Home / NEWS / POLITIK / MBAK PUTI TINJAU DESA STUNTING DI TRENGGALEK

MBAK PUTI TINJAU DESA STUNTING DI TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Status Stunting yang melanda 10 Desa di kota Keripik Tempe membuat calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno turun tangan. Mbak Puti, sapaan akrabnya menunjukkan kepeduliannya terhadap sejumlah balita penderita Stunting dengan mengunjungi salah satu lokasi yang terdapat balita kurang gizi yakni di Desa Kayen Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.

Dari hasil peninjauannya di lokasi tersebut, cucu sang proklamator ini menemukan beberapa hal pemicu terjadinya Stunting.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Mbak Puti menuturkan bahwa Stunting bukan hanya diakibatkan faktor kurang gizi saja. “Setelah diamati, di salah satu daerah yang terkena Stunting ini memang selain karena kurangnya asupan gizi, juga karena kondisi kebersihan lingkungan,” ucapnya, Rabu (04/04/2018).

Ia mengungkapkan, kondisi kebersihan lingkungan juga bisa menjadi pemicu Stunting selain pemberian asupan makanan yang tidak sesuai.

Kondisi lingkungan yang terdampak Stunting ini diketahui tidak memiliki MCK, serta minimnya ketersediaan air bersih.

“Jadi ini memang harus diperhatikan. Kebersihan lingkungan itu bisa menjadi permasalahan Stunting di suatu daerah,” tegasnya.

Pihaknya juga mengaku prihatin terhadap nasib balita penderita Stunting ini. Mbak Puti berharap, jika kedepannya terpilih menjadi wakil Gubernur Jawa Timur bersama Gus Ipul, maka ia akan berupaya untuk menggalakkan langkah dalam memberantas Stunting khususnya di Kabupaten Trenggalek.

Salah satunya dengan memberikan paket nutrisi yang akan disalurkan kepada Posyandu, serta gerakan peduli kebersihan lingkungan.

Terpisah, Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan melalui kunjungan calon wakil Gubernur Jatim ini, pihaknya berharap agar kedepannya kawasan ini bisa menjadi prioritas penanggulangan Stunting.

“Kami Pemerintah Daerah berharap nantinya kita bisa bersama – sama memprioritaskan kawasan Stunting ini agar bisa terselesaikan. Dengan begitu Stunting bisa segera diatasi dan dicegah sejak dini,” tutur Arifin.

Sebelumnya diketahui bahwa ada 10 Desa di Kabupaten Trenggalek yang telah ditetapkan sebagai Desa Stunting oleh Pemerintah Pusat.

Desa Stunting sendiri merupakan Desa yang memiliki masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Stunting juga terjadi sejak bayi berada dalam kandungan, dan baru terlihat saat bayi berusia 2 tahun. (Ayu Mila Sari)

Check Also

MANFAATKAN HUBUNGAN TEMAN, GONDOL 1 SEPEDA MOTOR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *