Senin, 28 Mei 2018, 11:57
Home / BANDUNG / HARMONI BUDAYA PERSATUKAN JAWA – SUNDA SEPERTI CITA – CITA PENDIRI REPUBLIK

HARMONI BUDAYA PERSATUKAN JAWA – SUNDA SEPERTI CITA – CITA PENDIRI REPUBLIK

WAGATABERITA.COM – BANDUNG. Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo hadir pada acara Harmoni Budaya Jawa – Sunda dan Peresmian Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk, di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Bandung, Jumat (11/05/2018).

Dalam hal ini Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo optimis pendekatan budaya mampu mengakhiri permasalahan Jawa – Sunda yang terjadi sejak 661 tahun lalu pasca tragedi Pasunda Bubat. Oleh sebab itu Pakde Karwo sapan akrab Gubernur Jatim bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jawa Barat Dr. H. Ahmad Heryawan menggagas rekonsiliasi budaya untuk menghilangkan sekat – sekat antara Jawa dan Sunda.

“Budayalah yang bisa menjernihkan dan membersihkan yang kotor. Lewat pendekatan budaya maka tidak akan yang terluka dan merasa benar atau salah,” ungkapnya.

Menurut Pakde Karwo, jauhnya jarak terjadinya Pasunda Bubat dengan munculnya berbagai cerita yang ada di buku – buku merupakan upaya divide et impera oleh penjajah. Karenanya, para tokoh meliputi budayawan, sejarawan, akademisi dan pemerintah sepakat untuk meluruskan hal itu, sehingga tidak menjadi konflik yang berkepanjangan. “Dengan harmoni budaya ini maka akan bisa menjadikan Jawa – Sunda ini bersatu dan memperkokoh NKRI seperti yang dicita – citakan para pendiri republik,” jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan, bersatunya Jawa – Sunda memberikan kontribusi ekonomi nasional mencapai hampir 40 persen. Hal ini tentunya akan memberi dampak yang luar biasa pada kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, harmoni budaya ini akan ditinjak lanjuti dengan berbagai kerjasama baik di bidang pariwisata, perdagangan, ekonomi maupun politik. “Banyak hal yang bisa ditumpangkan pada pertemuan budaya kali ini. Saya kira ini pintu yang sangat bagus serta halus untuk pertumbuhan bersama,” tukasnya.

Terkait peresmiaan Jl. Majapahit dan Hayam Wuruk, Pakde Karwo mewakili masyarakat Jatim merasa senang dan bangga. Ini penting karena penamaan jalan selain simbolik, dan tempat berlangsungnya transportasi orang, barang dan jasa juga menyimpan nilai sejarah. “Posisi Jalan ini sangat bagus dan cukup strategis, namun sebenarnya substansi utamanya yakni bahwa ini merupakan sumbangan besar bahwa budaya solusi atas berbagai konflik,” pungkasnya. (Red)

Check Also

LAKUKAN AKSI SIMPATI IWO, TNI, PP TANJUNGPINANG TANDA TANGANI KESEPAHAMAM ANTI TERORISME

WAGATABERITA.COM – TANJUNGPINANG. Aksi teror Bom Surabaya terus mengundang simpati seluruh elemen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *