Jumat, 17 Agustus 2018, 23:53
Home / EDUKASI / JATIM SIAP SONGSONG BONUS DEMOGRAFI 2019 DENGAN PEMBANGUNAN SDM HANDAL

JATIM SIAP SONGSONG BONUS DEMOGRAFI 2019 DENGAN PEMBANGUNAN SDM HANDAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, menghadiri rapat Koordinasi Kepala SMA Swasta se Jatim, di Hotel Mercure Surabaya, Jl. Raya Darmo Surabaya, Rabu (23/05/2018).

Dalam kesempatannya Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan berbagai langkah dilakukan Pemprov Jatim untuk mempersiapkan dan menyongsong puncak demografi di Jatim pada tahun 2019, saat jumlah usia produktif (15 – 64 tahun) tertinggi di provinsi ini. Upaya – upaya yang dilakukan, diantaranya Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan moratorium SMA sejak tahun 2015, menjadikan komposisi SMK : SMA = 70 : 30, serta melakukan strategi dual track pendidikan.

Dijelaskan, dual track pendidikan merupakan strategi pembangunan SDM yang berdaya saing dengan memberikan vokasional atau keahlian kepada siswa, termasuk kepada siswa SMA dan MA. “Salah satu caranya, guru ekstrakurikuler mengajak murid – muridnya datang ke pasar atau ke mall, untuk melihat barang apa yang paling laris atau laku dijual disana. Kemudian, murid diminta untuk meniru produk barang yang paling laku tersebut, tapi dengan syarat harus lebih bagus kualitasnya dan harganyapun jauh lebih murah,” ujarnya sambil menambahkan dengan cara seperti itu SDM anak – anak muda Jatim bisa memiliki jiwa entrepreneur dan memiliki daya saing kedepannya.

Agar strategi dual track pendidikan tersebut berhasil, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim yang secara teknis ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jatim telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti universitas dan TNI/Polri. Kerjasama dengan Universitas dimaksudkan untuk memberikan pembinaan atau pelatihan kualitas produk. Sementaran itu, kerjasama dengan TNI/POLRI, diharapkan bisa memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, moral dan etika, serta kecintaan terhadap tanah air/NKRI atau lebih dikenal sebagai pembentukan karakter.

Ditambahkan, pendekatan formal dan non formal juga dilakukan. Misalnya, strategi link and macth bekerjasama dengan 14 perusahaan dari Jerman dan Samsung di 40 SMK dan SMA, serta SMK berfilial dengan PTN.

Saat ini, lanjutnya, Universitas Brawijaya telah membangun inkubator di Kediri dengan luas lahan 4,5 Hektar. Semua ini disiapkan agar perguruan tinggi dapat memberikan pembinaan sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada siswa SMK.

Mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo mengharapkan agar jajaran SMA untuk terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai gambaran, jumlah SMA swasta di Jatim saat ini sebanyak 1.109 buah, dengan yang memperoleh akreditasi A sebanyak 294 (2,5 %), B sebanyak 438 (39,4%), akreditasi C sebanyak 91 (2,1 %), dan yang belum terakreditasi sebanyak 287 SMA (26 %).

“Untuk itu, saya minta setiap bakorwil ada SMA yang telah menjalin kerjasama baik dengan TNI/Polri atau Universitas. Sebagai Contoh, SMA di Bakorwil Malang telah bekerjasama dengan TNI Laut dan madiun dengan AU dan Jatim dengan Akmil,” pinta Pakde Karwo. (Red)

Check Also

ANAK – ANAK PASKIBRAKA HARUS MENGETAHUI SEJARAH PERJUANGAN PARA PAHLAWAN, SEHINGGA SELALU CINTA TANAH AIR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Siaran pers Plt Kepala Biro Humas Dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *