Rabu, 19 September 2018, 2:32
Home / NEWS / DPRD KABUPATEN MALANG BELAJAR PENGELOLAHAN SUMBER AIR DI KABUPATEN TRENGGALEK
Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Malang Di Kabupaten Trenggalek.

DPRD KABUPATEN MALANG BELAJAR PENGELOLAHAN SUMBER AIR DI KABUPATEN TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek, mendapatkan kunjungan kerja (Kunker) dari Komisi IV DPRD Kabupaten Malang. Kunjungan kerja tersbut dalam rangka studi banding terkait pengelolaan sumber air.

Salah satu anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Darmadi, mengatakan jika pengelolahan sumber air di Kabupaten Malang banyak mengalami kendala terutama terkait biaya yang dinilai cukup tinggi.

“Di Kabupaten Malang sendiri pengelolahan sumber air sangat terkendala. Belum lagi biaya operasional pengelolahan sumber air tersebut cukup tinggi,” ungkap Darmadi, Senin, (28/05/2018).

Ia mengatakan bahwa Kabupaten Malang merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi Kabupaten Malang juga memiliki lahan pertanian tebu seluas 55 ribu hektar. Oleh karena itu, kebutuhan air sangat luar biasa utamanya dibidang pertanian.

Kedatangan Komisi IV DPRD Kabupaten Malang ke Kabupaten Trenggalek ini, tak lain adalah untuk mengetahui sejauh mana cara pengelolahan sumber air di Kabupaten Trenggalek. “Kami mendengar bahwa di Kabupaten Trenggalek, sistem pengelolahan airnya cukup baik. Makanya kedatangan kami kesini juga untuk belajar bagaimana terobosan – terobosan yang dilakukan. Bahkan sistem pengelolahan sumber air yang cukup baik, mampu mendapatkan bantuan dari pusat,” tegasnya.

Terpisah Guswanto, salah satu unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek mengungkapkan jika 70 persen sumber air yang ada, berasal dari Kecamatan Bendungan. Untuk sistem pengelolahannya dilakukan oleh PDAM.

“Terkait sistem pengelolahan sumber air, di Kabupaten Trenggalek hampir setiap tahun ada anggaran khusus untuk PDAM,” tutur Guswanto.

Politisi PDI Perjuangan ini tidak menampik jika pengelolahan sumber mata air di Kota Keripik Tempe ini sudah tergolong bagus. Bahkan ada beberapa kabupaten lain yang juga turut  melakukan kunjungan dan belajar bersama – sama terkait sumber air di Kabupaten Trenggalek.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Suprayogi mengatakan jika pengelolahan air dilakukan dengan menempatkan empat pengamat yang membawahi empat belas kecamatan. “Para pengamat akan terus memantau dan melaporkan jika ada kendala di lapangan khususnya yang menyangkut irigasi pertanian,” katanya.

Pihaknya membenarkan jika Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek,  mendapatkan bantuan dari pusat melalui program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di 32 titik lokasi. Dengan masing – masing lokasi mendapat anggaran senilai Rp 195 juta.

Selain itu, untuk pengelolahan embung, dilakukan langsung oleh provinsi. Sehingga pihak Pemerintah Kabupaten tidak perlu menganggarkan biaya perawatannya. Peningkatan irigasi sekunder dan tersier yang ada di desa menjadi prioritas. (Ayu Mila Sari)

Check Also

AKHIRNYA RCI SIDOARJO PILIH PIMPINAN BARU

WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Ketua Rent Car Indonesia (RCI) Kabupaten Sidoarjo dipilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *