Sabtu, 18 Agustus 2018, 5:31
Home / PROBOLINGGO / KE KOTA MANGGA, BAKORWIL V JEMBER NIKMATI “CITY TOUR”
Bakorwil V Jember Di Museum Kota Probolinggo, Selasa (10/07/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

KE KOTA MANGGA, BAKORWIL V JEMBER NIKMATI “CITY TOUR”

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember, Tjahjo Widodo, melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (10/07/2018).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rencana kerjasama fasilitasi pengembangan wisata, dan pasar ber-SNI antara Pemerintah Kota Probolinggo, dengan Bakorwil 5 Jember.

Bakorwil V Jember hendak membantu pengembangan fasilitas pariwisata, yang ada di Kota Probolinggo. Dalam kedatangannya, Kepala Bakorwil V Jember, bahkan menyempatkan diri menikmati city tour ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Mangga.

Rute tour tersebut meliputi ; Museum Dr. Saleh, Gereja Merah, Klentheng Tri Dharma, Alun – alun kota, Bee Jay Bakau Resort, dan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

Wali Kota Probolinggo, Rukmini berharap, melalui adanya kunjungan Kepala Bakorwil tersebut, kedepan kebutuhan Kota Probolinggo di sektor pariwisata bisa terpenuhi.

“Semoga dengan adanya kunjungan Kepala Bakorwil V Jember, kebutuhan terkait potensi pariwisata yang sudah ada bisa terpenuhi, termasuk bus pariwisata yang nantinya digunakan untuk city tour. Alhamdulilah, Kepala Bakorwil V Jember mengapresiasi motif batik kita,” ujar Rukmini.

Dijelaskan Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo Jika kedepan Program city tour akan menjadi bagian ikon wisata, di wilayah Bakorwil 5 Jember. “City tour akan jadi salah satu ikon wisata kedepan, Termasuk pasar yang Ber-SNI, yang diusulkan oleh Kepala Bakorwil adalah Pasar Baru,” terangya.

Senada disampaikan Gatot Wahyudi, selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP). Ia menyebut masih banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk menuju pasar ber – SNI.

“Yang memungkinkan menjadi pasar ber-SNI adalah Pasar Baru dan Pasar Kronong, karena kedua pasar itu sudah direvitalisasi. Nanti harus dibuat pola baru, untuk mengubah image masyarakat, baik pembeli maupun penjual, agar mereka bisa ikut menjaga pasar,” ujar Gatot.

Lanjutnya, beberapa kriteria untuk menjadi pasar ber-SNI, antara lain pasar harus memiliki ruang laktasi, CCTV, hingga monitor TV yang dapat menunjukkan perubahan harga terkini. (Zulkiflie)

Check Also

MENDEKATI PUNCAK HUT RI, KUNJUNGAN WISATAWAN KE BROMO NAIK 50%

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan obyek wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *