Sabtu, 18 Agustus 2018, 5:31
Home / NEWS / HUKUM / MALING MOTOR, DUA PEMUDA ASAL LUMAJANG NYARIS JADI BULAN – BULANAN WARGA
Gas Air Mata Mewarnai Evakuasi Pelaku, Rabu (11/07/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

MALING MOTOR, DUA PEMUDA ASAL LUMAJANG NYARIS JADI BULAN – BULANAN WARGA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Dua maling motor berusia belasan tahun di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, nyaris menjadi bulan – bulanan warga serta amukan massa, usat terpergok membawa kabur motor warga.

Proses evakuasi pelaku berlangsung cukup dramatis, lantaran diwarnai tembakan gas air mata oleh petugas Satuan anti huru – hara Polres Probolinggo Kota.

Tindakan represif petugas terpaksa dilancarkan, guna membubarkan kerumunan warga yang kesal, dan hendak menghakimi kedua pelaku.

Meski tindakan tegas petugas telah dilakukan, namun warga tetap merangsek mendekati proses evakuasi para pelaku ke mobil patroli petugas. Tak cukup disitu, warga bahkan melempari pelaku dengan batu.

Akibat amuk massa itu, rumah yang menjadi lokasi aksi pencurian pelaku, hancur terkena lemparan batu warga. Rumah tersebut didiami oleh Misiati (60), Ariska (41) dan novita (5), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, Kedua pelaku yang mengaku berasal dari Kabupaten Lumajang itu, hendak membawa kabur motor bebek, milik Ariska (41). Nahas, aksi pelaku akhirnya terpergok korban, dan langsung meneriaki maling.

“Tadi ada empat pelaku mas, tapi yang masuk kedalam rumah satu, dan satunya jaga di luar mas, saya kaget kok ada bunyi gaduh, saya cek ternyata motor saya mau dibawa kabur. Ya saya teriakin maling” ujar Ariska, Rabu malam (11/07/2018).

Warga yang mendengar teriakannya, langsung melakukan penangkapan, hingga akhirnya 2 pelaku berhasil diamankan aparat desa setempat. Sayangnya 2 pelaku lainnya, berhasil kabur.

Merasa amarahnya belum terpuaskan, motor Honda CBR yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya, akhirnya dibakar warga di sebuah ladang desa setempat.

PLT Kades Boto, Matraji mengungkapkan, jika amarah warga tak dapat dibendung lantaran daerahnya, kerap kali kehilangan motor. Ia mengaku kewalahan meredam amarah warga, yang terus memuncak.

“Ini bentuk kekesalan warga mas, tapi syukur pelaku masih bisa diamankan petugas, kalo soal rumah korban yang rusak biar saya yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (Zulkiflie)

Check Also

CURI MURAI MEDAN, SEORANG BAPAK RUMAH TANGGA DITANGKAP POLISI

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Maksud hati ingin membayar biaya uang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *