Jumat, 17 Agustus 2018, 10:06
Home / EKONOMI / KOTA PROBOLINGGO MENGALAMI INFLASI 0,73%
Pertemuan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Rabu (01/08/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

KOTA PROBOLINGGO MENGALAMI INFLASI 0,73%

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kondisi perekonomian Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengalami inflasi sebesar 0,73 % pada bulan Juni kemarin, Rabu (01/08/2018).

Terjadinya Inflasi, dipicu oleh kenaikan harga daging ayam, telur, Cumi-cumi, dan tarif kendaraan travel.

Informasi itu diketahui, saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang terdiri dari Bagian Administrasi Perekonomian, Satgas Pangan dari Polresta, Bank Indonesia Perwakilan Malang, para distributor, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mengadakan pertemuan, dengan seluruh instansi terkait untuk menekan laju inflasi Kota Probolinggo.

Disampaikan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, dr. Bambang Agus Suwignyo, agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menginventarisir, setiap komoditi yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

“Juni kemarin yang menjadi pemicu, adalah daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras, cumi-cumi, dan tarif kendaraan travel, maka dari itu pelajari dan kaji apa ada potensi mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

Tambahnya, TPID agar membuat langkah – langkah strategis, misalnya operasi pasar. Serta melakukan kerjasama dengan Kabupaten/Kota terdekat, guna memenuhi pasokan kebutuhan pokok, jika mengalami kekurangan stok.

Hal sama dikatakan, Dudy Herawadi, selaku kepala cabang Bank Indonesia perwakilan Malang. Menurutnya, TPID diharapkan menambah komoditi – komoditi yang harganya bisa dipantau.

Jelasnya, selama ini DKUPP memantau harga 76 komoditi, sedangkan di BPS terdapat 323 komoditi yang terpantau.

“Seperti bulan Juni, yang termasuk memicu inflasi harga cumi-cumi, dimana tidak termasuk dalam komoditi yang terpantau,” tuturnya.

“Bila seluruh komoditi bisa terpantau dan penyebab ditemukan, tentunya akan lebih mudah mencari jalan keluar dan bisa teratasi,” tandasnya.

Atas kondisi tersebut, Wali kota Probolinggo Rukmini menekankan, berbagai permasalahan yang menyangkut perekonomian untuk segera ditindaklanjuti.

“Saya harap TPID beserta pokja – pokjanya, lebih aktif dalam hal pemantauan harga – harga kebutuhan pokok, sebagai upaya pengendalian harga menjelang hari raya idul adha 2018,” terangnya. (Zulkiflie)

Check Also

PANTAU PEMBUATAN E – KTP, WALIKOTA RUKMINI SIDAK KELURAHAN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Walikota Probolinggo, Rukmini, melakukan inspeksi mendadak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *