Minggu, 23 September 2018, 13:24
Home / NEWS / RAYAKAN HUT RI, SANTRI PONPES INI LOMBA BACA KITAB KUNING
Santriwati Ikuti Lomba Baca Kitab Kuning.

RAYAKAN HUT RI, SANTRI PONPES INI LOMBA BACA KITAB KUNING

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Sebagai wujud kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Puluhan santri di Pondok Pesantren Nurul Islam, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini, punya cara berbeda guna memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73.

Namun bukanlah kegiatan hura – hura ataupun berlangsung semarak, yang mereka adakan. Akan tetapi, dengan mengadakan lomba membaca kitab kuning, Kamis (16/08/2018).

Kitab Kuning atau dikenal kalangan santri pesantren, dengan istilah Musabaqah Qiro’atul Kutub itu, menjadi sarana kaum santri menguji kemampuannya dalam membaca, dan memahami keilmuan.

Seperti ilmu kalam, tauhid, akhlaq, dan fiqih, dimana untuk menjaga sikap toleransi agar tidak terjebak dalam pandangan doktrin radikal, yang menolak pendapat orang lain.

Sementara dalam praktiknya, tidak mudah dalam membaca dan memahami secara mendalam isi dari kitab kuning. Pasalnya, banyak kalimat hikmah yang terkandung di dalamnya, hingga membutuhkan dasar ilmu Nahwu dan Shorrof.

Seperti diutarakan Nanda Aulia Savina, santriwati peserta lomba, dimana masih berusia 15 tahun. Ia mengaku kesulitan, saat membaca dan memaknai satu kitab tertentu dan lainnya.

Suasana Lomba Baca Kitab Kuning.

“Meski masih sebatas kitab dasar, tapi sulit pak. Jangankan untuk memaknainya, membacanya saja agak khawatir, soalnya takut salah,” tuturnya.

Sementara pengasuh pondok pesantren Nurul Islam, Ustadz Mukhlas menyampaikan, diadakannya lomba baca kitab kuning pada HUT RI ke 73, dinilai sangat penting untuk mengembalikan jati diri kaum santri.

Lanjutnya, memasukkan lomba baca kitab kuning dalam peringatan hari kemerdekaan, merupakan upaya memadukan nilai keislaman yang moderat rahmatan lil alamin, dengan nilai nasionalisme dan cinta negara.

“Intinya melalui kegiatan ini, kaum santri bisa menjadi penerus yang dapat diandalkan, dan tidak mudah terpengaruh beragam provokasi, yang memecah belah keutuhan bangsa,” terangnya. (Zulkiflie)

Check Also

CEGAH KKN DAN GRATIFIKASI KEMENHUB GELAR SOSIALISASI APKKN DI BALI

WAGATABERITA.COM – KUTA. Untuk menghindari Korupsi, Kolusi, Nepotisme termasuk Gratifikasi pada jajaran nya baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *