WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Hari Raya Idul Adha 1442 H biasanya diwarnai dengan aksi mudik khususnya bagi warga masyarakat Madura. Karena penyebaran covid – 19 yang sedang meningkat mudik hari Raya saat ini masih dilarang dan terus dipantau ketat.
Guna memantau hal tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Kepala Staf Komando Daerah Militer V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan meninjau operasi lalu lintas di Jembatan Suramadu, Senin (19/07/2021) malam hari.
Tren kenaikan kasus covid – 19 terbukti terjadi bila arus besar mudik dilakukan pada momen tersebut sehingga menurut Emil sapaannya pengendalian arus lalu lintas penting dilakukan sehingga dilihat bagaimana aparat melakukan ricek kelengkapan dokumen pengendara baik bagi pengendara mobil maupun sepeda motor termasuk memantau Pos Check Point Pengendalian PPKM Darurat di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Emil mengaku senang karena perubahan signifikan tren antrian lalu lintas menurun hingga 70%, “ada berita tentang warga toron yang memenuhi Jembatan Suramadu. Tapi kenyataan di lapangan sekarang tidak demikian. Bukan berarti tidak ada yang toron. Tentu ada, tetapi kita sudah memenuhi komitmen bahwa mereka yang dialgomerasi, mereka yang ingin mencari nafkah tidak dihalangi,” ungkapnya.
Karena kooperatifnya warga untuk tidak mudik sehingga lalu lintas lancar tindakan yang diambil masih berupa pengendalia, “tapi tidak menutup kemungkinan bahwa nanti jika arus mudik besar, akan dilakukan penyekatan. Untuk sekarang, masih berupa pengendalian. Ini saya rasa cukup, karena toh sudah ada banyak pengendara yang disuruh putar balik karena tidak taat dan dokumennya tidak lengkap,” jelas mantan Bupati Trenggalek itu.
Terima kasih disampaikan Emil pada warga yang taat termasuk pada personil aparat yang bekerja keras, diharapkan Idul Adha 1442 H berjalan lancar tak ada lonjakan kasus covid – 19, “mudah – mudahan terus terjaga kondusifitas ini dan besok kita bisa menjalankan Idul Adha dengan khidmat walaupun beribadah dari rumah masing – masing. Termasuk pemotongan qurban juga dilakukan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan,” tutupnya.
Diketahui pengendalian di Jembatan Suramadu surat yang diperiksa berupa Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM), vaksinasi tahap satu, serta rapid antigen dan bagi yang tak memiliki dokumen tersebut tak diperbolehkan melintas alias diputar balikan tetapi bagi truk pengangkut bahan bangunan, medis ataupun sembako tetap diijinkan lewat. (Red)
- ADA YANG MASIH NEKAT MUDIK BEGINI AKSINYA
- INI WUJUD LARANGAN MUDIK BUKAN KENDARAAN JATIM TAK BISA MASUK HARUS PUTAR BALIK KE DAERAH ASAL
- POLDA JATIM SIAPKAN 114 POSKO OBSERVASI STANDAR COVID BAGI MASYARAKAT YANG TETAP MUDIK
- WOW PENYEBERANGAN GILIMANUK MENUJU KETAPANG ANTRI HAMPIR 4 JAM
- MENTERI YOHANA HIMBAU BERI PERLINDUNGAN PADA KESELAMATAN PEREMPUAN DAN ANAK SAAT MUDIK
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.