Kamis, 15 November 2018, 18:01
Home / PROBOLINGGO / PERINGATI HSN SANTRI PROBOLINGGO UPACARA DENGAN 3 BAHASA
Pengasuh Ponpes Riyadlus Sholihin, Habib Hadi Zainal Abidin

PERINGATI HSN SANTRI PROBOLINGGO UPACARA DENGAN 3 BAHASA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Cara berbeda dilakukan ribuan santri dan santriwati, Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, guna memperingati hari santri yang jatuh tiap 22 Oktober.

Mereka menggelar upacara bendera merah putih, dengan mengenakan busana ala santri, di lapangan Ponpes setempat, Senin (22/10/2018).

Busana yang dikenakan, tidak sama dengan upacara bendera pada umumnya. Mereka justru mengenakan busana ala santri berupa sarung, baju takwa maupun berbusana gamis ala timur tengah, lengkap dengan kopyahnya.

Mulai dari peserta upacara, petugas upacara, maupun tamu undangan wajib mengenakan kostum ala santri.

Sementara dalam prosesi jalannya upacara sendiri, petugas upacara menggunakan 3 bahasa yakni, perpaduan antara bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.

Selain pembacaan undang – undang dan pancasila, di upacara hari santri juga dibacakan ikrar jihad, resolusi jihad dan ikrar santri yang konon sudah ada sejak jaman ulama – ulama terdahulu, pada saat berjuang membela tanah air.

Upacara peringatan HSN di Probolinggo

Pengasuh pondok pesantren, Riyadlus Sholihin, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, penggunaan 3 bahasa dalam upacara peringatan hari santri nasional, dimaksudkan sebagai bukti bahwa kalangan santri mampu dan bisa bersaing di dunia pendidikan, dalam membangun bangsa dan negara.

Habib Hadi berharap, poin paling penting dari keluarnya RUU Pesantren, adanya pengakuan setara terhadap keberadaan pondok pesantren dan Madrasah Diniyah.

Foto menggunakan Drone

“Kami ingin pemerintah bisa turut andil membangun generasi muda, khususnya di bidang ke agamaan,” kata Habib Hadi.

“Kita tahu selama ini, dunia pendidikan keagamaan yakni Madrasah Diniyah berjuang secara mandiri, oleh karenanya melalui RUU Pesantren ini, saya harap para santri dan santriwati semakin kreatif dan berprestasi,” harapnya. (Zulkiflie)

Check Also

PASANGAN KUMPUL KEBO, TERCIDUK RAZIA PEKAT SATPOL PP KOTA PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Diduga kumpul kebo, sepasang muda – mudi di Kota Probolinggo,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *