Sabtu, 18 September 2021, 4:57
Home / JAKARTA / ANTISIPASI LONJAKAN COVID PASCA NEKAT MUDIK
RSU dr Soetomo.

ANTISIPASI LONJAKAN COVID PASCA NEKAT MUDIK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pelarangan mudik telah dilakukan Pemerintah, berbagai cara dilakukan Pemerintah guna menekan masyarakat untuk tidak melakukan mudik walau hal tersebut masih tetap terjadi. Seperti data yang disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya yang menjelaskan sedikitnya 360.000 ribu mobil pribadi telah meninggalkan Jabodetabek antara tanggal 1 – 10 Mei 2021, dengan membawa sekira 1,2 – 1,5 juta orang.

Angka tersebut dijelaskan belum termasuk bagi mereka yang pergi dengan moda transportasi umum juga sepeda motor dan juga belum termasuk mereka yang berangkat sebelum tanggal 1 Mei dan 11 – 12 Mei sehingga diperkirakan angka para pemudik bisa mencapai sekira 1,7 juta orang.

Karena kebijakan pelarangan mudik sejak tanggal 6 – 17 Mei 2021 sempat mendapat perlawanan dari pemudik, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai angka 16,4 juta dan dari jumlah tersebut sekira 22 persen (3,6 juta) akan kembali ke kota besar pada H + 2  lebaran yakni hari ini Minggu (16/05/2021).

Seperti diinformasikan swab test antigen yang diberlakukan bagi pelaku perjalanan mudik secara acak sejak 22 April 2021 lalu ditemukan lebih dari 4.000 pemudik terinfeksi virus covid – 19 sehingga guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid – 19 pasca libur lebaran skenario pahit dilakukan Pemerintah dengan meningkatkan ketersediaan tempat tidur perawatan pasien dan obat – obatan di rumah sakit secara nasional.

Menurut pengalaman selama ini setiap libur panjang dan pergerakan orang keluar dari wilayahnya terjadi lonjakan kasus covid – 19 akan meningkat seperti pada catatan Satgas covid – 19 pada libur lebaran 22 – 25 Mei 2020 lonjakan kasus sekira 69 – 93% terjadi selama 10 – 14 hari dan pada libur panjang HUT RI 15 – 17 Agustus 2020 dan libur Tahun Baru Islam pada 20 – 23 Agustus 2020 kasus covid – 19 melonjak 58 – 118% dipertengahan September termasuk pasca libur tahun baru 1 Januari 2021.

Dalam keterangan persnya dikutip dari laman Indonesiago Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin memaparkan secara nasional ketersediaan tempat tidur perawatan di seluruh rumah sakit yang ada adalah sebesar 390 ribu unit dan 70 ribuan dialokasikan untuk perawatan pasien covid – 19.

Sementara fasilitas tempat tidur ICU secara nasional berjumlah 22 ribu, dan 7.500 di antaranya dialokasikan bagi perawatan pasien covid – 19 dan saat ini yang digunakan pasien covid – 19 sevanyak 2.500 unit, “persiapan sudah kita lakukan, saya berdoa agar segala persiapan itu tak usah terpakai. Tetap kosong,” harapnya. (Red)

Check Also

LAGI DUA VAKSIN TERBARU BISA DIGUNAKAN INDONESIA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Terus berupaya melakukan vaksin guna