WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ludruk adalah kesenian asli Jawa Timur yang belakangan ini hampir ditinggalkan masyarakat Indonesia khususnya generasi Millenial, Selasa (23/04/2019).
Melihat hal ini Perkumpulan Kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara yang berdiri sejak tahun 1980 an yang hingga saat ini terus melestarikan budaya ludruk akan melakukan pentas Ludruk yang kesekian kalinya.
Salah satunya melakukan pentas kolaborasi bersama generasi Milenial diantara nya Mahasiswa Unair yang akan digelar di Aula Fajar Notonegoro (Fakultas Ekonomi Bisnis) Universitas Airlangga Jl. Airlangga No 4 – 6 Surabaya pada hari Minggu (28/04/2019) pada pukul 09 : 00 WIB dengan judul Ludruk “Aladin 1001 Malam Di Surabaya.”
- KURANG DIFASILITASI PEMERINTAH LUDRUK IRAMA BUDAYA TETAP EKSIS DAN AKTIF
- LESTARIKAN WARISAN BUDAYA PENTAS LUDRUK DIGELAR DI SURABAYA
- KHOFIFAH MINTA LIVI ZHENG TUNJUKKAN PESONA JATIM LEWAT KARYANYA
- INI CARA SENIMAN LUKIS SE – NUSANTARA KENALKAN GUNUNG BROMO
- BERBEKAL TEKHNIK PIROGRAFI, EKS KARYAWAN PABRIK INI, HASILKAN KARYA SENI LUKISAN DINDING 3 DIMENSI
Cerita Aladin sendiri diketahui sebuah dongeng masa lampau yang mengisahkan seorang anak lelaki yang kesulitan dalam pelajaran dan meminta masukan kepada ayahnya bagaimana menyikapi pelajaran, pada saat Aladin membeli sebuah lampu yang ternyata berisi Jin yang dapat mengabulkan permintaannya menjadi super hero.
Seorang teman Aladin yang iri hati mencuri dan memanfaatkan jin tersebut sehingga menjadi jahat dan Aladin tak berdaya, akhirnya Aladin memiliki seorang guru yang mengajarnya ilmu sehingga dapat mengalahkan temannya yang berubah jahat.
Cerita ini dimainkan dalam karya seni Ludruk yang diperankan para pelaku pada acara Ludruk yang mengangkat judul Aladin 1001 Malam di Surabaya. (Juliman)














Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.