Senin, 23 Juli 2018, 14:37
Home / EKONOMI / BISNIS / JAMUR KANCING LERENG BROMO TEMBUS PASAR INTERNATIONAL
Petani Memanen Jamur Kancing. Sumber Foto : Zulkiflie

JAMUR KANCING LERENG BROMO TEMBUS PASAR INTERNATIONAL

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pesona lereng Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo Jawa Tmur, tak hanya menyuguhkan keindahan alam yang eksotik. Potensi sumber daya alam seperti budidaya Jamur Kancing, juga mampu mendongkrak perekonomian warga setempat.

Di desa Wonokerto Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Budidaya Jamur Kancing kini menjadi primadona tersendiri, bagi warga mayoritas suku tengger. Selain dapat mudah tumbuh subur, hasil budidaya Jamur Kancing setempat mampu menembus pangsa pasar International.

Disebut jamur kancing karena bentuknya tidak melebar, justru bulat menyerupai kancing baju. Cara membudidayakannya pun tergolong sederhana, seperti budidaya jamur pada umumnya. Hanya saja, jamur kancing menggunakan tanah khas Tengger yang telah dinetralkan sebelum difragmentasi.

Untuk proses budidaya, warga membuat kumbung berukuran 10 meter kali 15 meter, sebagai rumah dan tempat tanam, bibit – bibit Jamur Kancing. Setiap 2 pekan petani Jamur mampu memanen, hingga 1 ton Jamur Kancing.

“Selama budidaya Jamur Kancing, tak ada kendala apapun. Bahkan sekali tanam bibit Jamur Kancing, bisa panen sampai 3 kali,” kata Marjiati, petani Jamur, Minggu (21/05/2017).

Petani Memetik Jamur Kancing. Sumber Foto : Zulkiflie

Masih menurut, Marjiati, sedikitnya sudah ada 30 petani yang membudidayakan Jamur Kancing. Budidaya jamur kancing awalnya dirintis, pasca erupsi Gunung Bromo tahun 2010 lalu. Saat itu, untuk menyiasati Vakumnya lahan pertanian, lantaran terdampak abu Vulkanis, warga kemudian mencoba, beralih budidaya Jamur Kancing hingga kini.

Untuk harga jual Jamur Kancing di tingkat petani, dihargai sebesar Rp 15 ribu perkilogram. Sehingga jika dihitung, omset petani berkisar Rp 15 juta sekali panen.

Sementara, Pembina Paguyuban petani Jamur Kancing, Dwi Sugiono berharap adanya peran pemerintah setempat, guna mengembangkan pertanian Jamur Kancing. Tak hanya bantuan dalam pemasaran, adanya bantuan permodalan sangat diharapkan bagi petani.

“Saat ini, pasokan Jamur Kancing sudah menembus pangsa pasar internasional, seperti Thailand dan Eropa, namun untuk mengekspornya kita masih bergabung dengan perusahaan lain,” terang Sugiono. (zulkiflie/Dir)

Check Also

SUSI SUSANTI NYALAKAN API OBOR DI BROMO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pawai obor “Torch Relay” Asian Games 2018, akhirnya tiba di obyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *