WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pemuda Indonesia harus memiliki jiwa patriotisme dan Pancasila. Selain itu keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi rasa Bhinneka Tunggal Ika menjadi utama.
Itu terungkap dalam sebuah seminar yang bertema “SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA”. Seminar yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) ATKP Surabaya, Jumat (02/06/2017) itu, merupakan rangkaian memperingati hari lahirnya Pancasila.
Hadir pada seminar itu Wakil Gubernur Jawa Timur Drs.H.Syaifullah Yusuf, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M.Iqbal dan segenap taruna – taruni Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbang (ATKP) maupun para Direktur Kampus ATKP Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M.Iqbal yang tampil sebagai nara sumber mengupas “Peran pemuda dalam membangun NKRI yang Ber – Bhinneka Tunggal Ika,’’ Untuk merealisasikan itu pemuda Indonesia harus memiliki jiwa Pancasila dan semangat kekompakkan, meski terdiri dari keberagaman suku, agama serta etnis. Keberagaman itu menjadi modal dalam membangun keutuhan NKRI, kata Iqbal.
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam etnis, agama, kepercayaan, adat istiadat, budaya, warna kulit dan golongan, tetapi dengan keberagaman itulah Indonesia. ‘’Itu pula yang disebut ke – Bhinneka Tunggal Ika – an kita,” tandas Iqbal.
Karena itu, kata Iqbal, semua pihak perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara.
‘’Dengan Pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 serta dengan dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat terhindar dari masalah tersebut,” ucapnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf pada seminar itu mengajak peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan POLRI serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. “Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan, ‘’tandas Gus Ipul sapaan akrab wakil Gubernur Jatim itu, seraya menyuarakan pekik ‘’Pancasila.’’
Tak hanya itu, revolusi mental untuk pembentukan karakter pemuda berjiwa Pancasila agar terus dijaga. Caranya meningkatkan rasa perdamaian, menjaga persatuan dan persaudaraan antara sesama.
“Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling bahu – membahu, bergotong – royong demi kemajuan masyarakat dan bangsa kita,” tutur Gus Ipul mengakhiri pidatonya. (Endri Soedarto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.