Selasa, 14 Agustus 2018, 20:13
Home / EKONOMI / INSPIRASI / 5 MAHASISWA UNAIR CIPTAKAN ROBOT PENSTERIL BAKTERI SEKALIGUS PEMBAWA SAMPAH KLINIS
Robot AWROS Karya Mahasiswa UNAIR. Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

5 MAHASISWA UNAIR CIPTAKAN ROBOT PENSTERIL BAKTERI SEKALIGUS PEMBAWA SAMPAH KLINIS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Lima mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR ciptakan robot AUROWS (Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer). Robot tersebut merupakan robot pintar pensteril bakteri dan pembawa sampah klinis untuk mengurangi penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit.

Kelima mahasiswa pencipta robot tersebut adalah Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq.

Akhmad Afrizal Rizqi mengungkapkan bahwa robot itu dikatakan pintar karena robot tersebut diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis. Dengan dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer, sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED.

Dengan begitu AUROWS dapat meningkatkan efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100%, melalui panjang gelombang 365 nm dan hanya memerlukan daya sebesar 15 mW.

”Robot ini dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit,” kata Akhmad Afrizal R Kamis (15/06/2017).

Inisiatif terciptanya robot AUROWS adalah karena adanya infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang diantaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

Di Indonesia angka kematian pasien yang tertular infeksinosokomial ini tergolong masih tinggi, yakni mencapai 12 hingga 52%. Padahal, infeksi nosokomial ini bisa menyebabkan pasien terkena bermacam – macam penyakit, dan setiap penyakit punya gejala berbeda pula. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial adalah : infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

”Banyak hal bisa mempengaruhi penyebaran nosokomial salah satunya limbah medis rumah sakit, padahal memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia, jadi ini sangatlah berbahaya karena seseorang itu akan rentan terserang infeksi nosokomial,” tambah mahasiswa D3 Otomasi Sistem Instrumentasi ini.

Sebagai ketua Tim PKM – KC robot AUROWS, Akhmad berharap dengan adanya robot ini dapat dijadikan alat yang dapat digunakan petugas medis untuk membantu proses pemindahan sampah medis serta sterilisasi pada sampah klinis. Dengan begitu, penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit di Indonesia dapat diminimalisir.

Atas urgensi inovasinya, Kemenristek Dikti memberikan dana pengembangan dalam program PKM 2016 sebesar Rp 12.200.000. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

PROGRAM KUALIFIKASI GURU MADIN AGAR MENJADI TENAGA PENGAJAR KOMPETEN DAN PROFESIONAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya dan 35 Perguruan Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *