Minggu, 23 September 2018, 14:10
Home / PROBOLINGGO / MAKNA ONGKEK BAGI WARGA SUKU TENGGER DALAM PERINGATAN YADNYA KASADA
Camat Sakapura Dan Warga Pembuat Ongkek. Sumber Foto : Zulkiflie

MAKNA ONGKEK BAGI WARGA SUKU TENGGER DALAM PERINGATAN YADNYA KASADA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Peringatan Yadnya Kasada bagi umat Hindu Suku Tengger, selalu tak lepas dengan namanya Ongkek. Ongkek adalah suatu sesaji yang digunakan untuk melaksanakan serangkaian upacara Kasada yang dilaksanakan oleh umat Hindu Suku Tengger Jawa Timur.

Baca Juga:

    Ongkek merupakan sesaji berisi bunga Kumitir, bunga Tanalayu, bunga Waluh, Kentang 10 biji, Kubis 2 bungkul, kacang – kacangan, daun Pakis, daun Beringin, daun Telotok, daun Tebu 2 pucuk, jantung Pisang 2 biji, buah pare 2 biji, dan buah pisang 2 sisir. Sementara, Garam dan air laut merupakan 2 hal yang dilarang dalam pembuatan Ongkek.

    Dalam pelaksanaan upacara Kasada tahun ini, ada 2 desa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang membuat Ongkek. 2 desa itu diantaranya, desa Jetak dan desa Ngadisari, masing – masing desa membuat 2 Ongkek.

    1 Ongkek diletakkan nantinya di Plawangan, dan 1 Ongkek lainnya yang akan dipersembahkan ke kawah Bromo.

    Untuk jadwal pemberangkatan Ongkek dilakukan pada pukul 22 : 00 – 01 : 00. selanjutnya, pukul 01 : 00 dukun akan merapalkan mantra, serta di momen ini lah waktu pengangkatan dukun baru Tengger.

    Nantinya, calon dukun yang dinilai dapat merapalkan mantera dengan baik, akan langsung dilantik menjadi dukun baru, saat itu juga.

    Sementara, persembahan sesaji Ongkek dilakukan sesaat setelah pelantikan dukun tersebut selesai. Selesainya ritual upacara Kasada, di tandai dengan terbitnya matahari.

    Proses Pembuatan Ongkek. Sumber Foto : Zulkiflie

    Camat Sukapura, Yulius Christian menyampaikan makna Pembuatan Ongkek bagi warga suku Tengger, merupakan sebuah persembahan untuk eyang dewa Jaya Kusuma, yang merupakan anak dari Roro Anteng dan Joko Segger.

    Dewa Jaya Kusuma sendiri merupakan, anak bungsu dari Roro Anteng dan Joko Segger, yang rela dirinya dijadikan sesajen untuk kawah gunung Bromo.

    “Semoga di peringatan, Yadnya Kasada tahun ini, masyarakat suku Tengger nantinya diberi keselamatan, umur panjang dan rejeki yang langgeng” terang Yulius, Minggu (09/07/2017). (Zulkiflie/Dir)

    Check Also

    MAIN SERONG DENGAN ADIK IPAR, SOLIHIN TEWAS DIBACOK

    WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Solihin (38) warga Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, akhirnya tewas bersimbah darah

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *