Sabtu, 23 Juni 2018, 13:31
Home / PROBOLINGGO / WARGA BALI RAMAIKAN YADNYA KASADA DI GUNUNG BROMO
Ritual Yadnya Kasads. Sumber Foto : Zulkiflie

WARGA BALI RAMAIKAN YADNYA KASADA DI GUNUNG BROMO

WAGATABERITA.COM – PROBLINGGO. Ratusan umat Hindu suku Tengger merayakan Yadnya Kasada dengan melabuh sesaji di kawah gunung Bromo, Senin pagi (10/07/2017). Meski tidak seramai tahun kemarin, namun banyak umat Hindu Bali yang ikut merayakan upacara tahunan ini. Mereka ikut melakukan persembahyangan yang dipimpin seorang mangku pura.

Yadnya Kasada merupakan upacara adat suku Tengger, yang berlangsung pada purnama bulan ke 12 kalender Tengger. Bermula dari kisah pasangan suami istri keturunan Majapahit Roro Anteng dan Joko Seger.

Meski telah lama menikah, keduanya tidak memiliki keturunan. Hingga akhirnya dikaruniai 25 anak, setelah Joko Seger melakukan pertapaan. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi yakni mengorbankan putra bungsu mereka yakni Raden Kusuma.

Meski dengan berat hati, keduanya akhirnya merelakan raden Kusuma sebagai tumbal anak cucu Roro Anteng dan Joko Seger berikutnya. Sebagai gantinya, suku Tengger harus membuang hasil bumi setiap purnama ke 12. Sesaji yang berupa hasil bumi inilah yang kemudian diwujudkan dengan nama Ongkek.

Tiap tahunnya, ritual membawa Ongkek untuk persembahan gunung Bromo, selalu dilakukan warga suku Tengger. warga setempat, menganggap ritual tersebut sebagai simbol memberikan sesaji bagi dewa – dewanya. Sesaji dalam Ongkek sendiri terdiri dari, hasil bumi dan binantang ternak.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Probolinggo, Bambang Suprapto menyampaikan, Ongkek merupakan 3 simbol kegaiban, yakni berasal dari A, U, M. A simbol dari dewa Brahma, U simbol dari dewa Wisnu sebagai pemelihara, M simbol dewa Siwa pelebur segala sesuatu yang sudah usang di dunia fana.

“jadi ini huruf B aksara suci, jadi Ongkek itu hal yang sangat kita sucikan,” terang Bambang. (Zulkiflie/Dir)

Check Also

BOLOS KERJA HARI PERTAMA, PNS PEMKOT PROBOLINGGO AKAN DISANKSI

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *