WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Calon Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf terus menggalang dukungan partai politik. Namun langkah itu harus juga diikuti dengan memperkuat kualitas komunikasi sosial di masyarakat.
Itu kemukakan pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Suko Widodo Rabu (02/08/2017).
Menurut Suko, Gus Ipul, sapaan akrab wakil Gubernur Jatim, yang juga kandidat calon Gubernur itu, mengakui komunikasinya dengan sejumlah partai di Jawa Timur sudah cukup baik, namun tentu banyak faktor dan hal – hal lain yang sudah harus dipersiapkan dengan matang dari sekarang. Terutama turun menyapa masyarakat di lapangan.
Gus Ipul sendiri untuk maju pada Pilgub Jatim mendatang diusung oleh PKB. Meski sudah sudah memenuhi syarat untuk menjadi calon Gubernur, akan tetapi dia masih terus mendekatkan diri dengan partai lain.
Tanggal (31/07), Gus Ipul secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat. Saat mengembalikan formulir ke Demokrat, dia diantar Sekretaris DPW PKB dan Ketua LPP DPW PKB. Mereka diterima Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio. Awal bulan Juli lalu, Gus Ipul juga sudah mengembalikan formulir ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Cara itu lebih memperkuat modal politiknya. Hanya saja, kata Suko, modal sosial juga sangat amat penting. Itu agar mendapatkan rekomendasi resmi dari partai – partai tempat ia mendaftar.
“Gus Ipul ini pendaftar pertama. Sejak 1 Juni lalu Beliau sudah mendaftar. Bahkan sejak desk Pilkada belum dibuka. Setelah ini proses mekanisme pendaftaran akan berada di tangan DPP,” kata Renville yang dihubungi via telepon.
Ketua LPP DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq mengatakan dengan Partai Demokrat saat ini, Gus Ipul telah mengembalikan formulir pendaftaran ke tiga partai. Saat ini PKB dan Gus Ipul tinggal mengikuti dan mematuhi mekanisme yang berlangsung di masing-masing partai. “Sudah kita kembalikan formulir pendaftaran di PDIP, Partai Hanura dan Partai Demokrat,” katanya.
Terkait calon pendamping Gus Ipul sebagai Cawagub, Thoriq mengatakan PKB dan Gus Ipul menunggu sikap resmi dari partai – partai lain. “Tetapi, Pak Halim mengharapkan bahwa dari PDIP,” lanjutnya.
Gus Ipul sendiri berharap hasil komunikasi politik yang ia lakukan saat Bulan Ramadhan lalu membuahkan hasil positif. Ia berharap, dukungan untuk dirinya maju sebagai Cagub Jatim diikuti dengan dukungan resmi dari partai – partai yang ada di Jawa Timur. “Semoga ada sinkronisasi pikiran antara saya dengan partai-partai,” kata Gus Ipul.
Pengamat politik asal Unair Suko Widodo berpendapat, sesungguhnya komunikais politik yang dibangun Gus Ipul kepada partai – partai yang ada sudah cukup baik. Justru, saat ini ada hal lain yang harus diperkuat oleh Gus Ipul.
“Rekomendasi resmi partai nanti itu tentunya akan diberikan berdasarkan pada suara rakyat. Sehingga saat ini Gus Ipul justru harus memperkuat kualitas komunikasinya dengan publik,” kata Suko.
Sukowi, sapaan akrab Suko Widodo, menambahkan bahwa komunikasi publik yang dilakukan oleh Gus Ipul harus dilakukan tanpa status Wagub yang melekat pada dirinya. “Misalkan, dengan baju NU atau Pramuka yang juga melekat pada beliau. Itu saya rasa akan mampu mendongkrak Gus Ipul sebagai Cagub di mata masyarakat.
Senada, pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo juga berpendapat sama.
Kata dia, Gus Ipul saat ini lebih bersifat hambatan struktural. Sebab, semua keputusan akhir terkait rekomendasi dukungan Cagub ada di tangan DPP partai.
Untuk itu Mochtar mengatakan Gus Ipul perlu mengeksplorasi etos, patos, dan logos yang ia miliki. “Etos berarti Gus Ipul perlu menunjukkan kinerjanya. Patos berarti harus mampu menunjukkan karakter dan ideologi politik yang ia miliki. Sedangkan logos, berarti Gus Ipul mampu meyakinkan kelebihan visi misi dan program yang ia miliki, ujar Mochtar. (Syamsul Arifin/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.