Kamis, 22 Oktober 2026, 17:07
Home / EKONOMI / DAYA SAING EKONOMI JATIM, TERTINGGI KEDUA DI INDONESIA
Gubernur Jawa Timur Dr.H. Soekarwo Saat Foto Bersama Di Shangrila Hotel Surabaya, Selasa (15/08/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

DAYA SAING EKONOMI JATIM, TERTINGGI KEDUA DI INDONESIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Daya saing ekonomi Jawa Timur (Jatim), ternyata tertinggi kedua di Indonesia. Ini patut diapresiasi.

Itu terungkap dalam Forum Ekonomi Kementerian Keuangan 2017 yang di Selenggarakan di Sangri – La Hotel Surabaya, Selasa (15/08/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan itu bertema “Menjaga KredibiIitas APBN.”

Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan APBN yang dilaksanakan secara kredibeI, akuntabeI, hati – hati, transparan dan tepat sasaran demi mencapai masyarakat maju dan makmur.

SeIain itu, melaIui seminar ini juga dipaparkan mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini maupun perkembangan ekonomi daerah khususnya provinsi Jawa Timur, serta informasi terkini mengenai berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan.

Peserta yang diundang meliputi Gubernur, Sekretaris Daerah, Bupati dan Walikota Provinsi Jawa Timur, perwakilan seluruh kantor vertikal Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota dan Daerah Provinsi Jawa Timur, Akademisi, Asosiasi, Pemimpin Redaksi Media Massa LokaI serta instansi terkait.

Acara seminar diawali Welcoming Remarks oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Jawa Timur, Wiwin Istanti, yang kemudian diIanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Gubemur Provinsi Jawa Timur, Dr.H. Soekarwo dalam pidatonya menyampaikan bahwa penerimaan nasional yang relatif stagnan daIam tiga tahun terakhir, turut dirasakan oleh Provinsi Jawa Timur.

Porsi paling besar penerimaan kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur sebagian besar berasal dari dana perimbangan, yaitu mencapai 70%. Maka dari itu, APBD kabupaten/kota di Jawa Timur sangat tergantung kepada APBN.

Jawa Timur, sebagai provinsi dengan daya saing perekonomian nomor dua di Indonesia seteIah Jakarta, perIu menjawab tantangan tersebut dengan baik agar APBD Provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Timur tetap kredibeI.

Strategi yang diIakukan pemerintah daerah Jawa Timur untuk menghadapi haI tersebut adaIah mengurangi tekanan terhadap APBN dengan cara membentuk Iembaga keuangan mikro, peningkatan akses perbankan, dan expenditure reform.

Memasuki acara inti, dibahas tiga materi utama mengenai Kondisi Perekonomian Indonesia Terkini yang disampaikan oleh Parjiono (Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal), PengeIoIaan Utang yang Efektif oIeh Scenaider CH Siahaan (Direktur Strategi dan PortofoIio Pembiayaan), Direktorat Jenderal PengeIoIaan Pembiayaan dan Risiko Kondisi Ekonomi Makro dan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Timur oleh Dr. Rudi Purwono (Ekonom FEKK Provinsi Jawa Timur WakiI Dekan I FakuItas Ekonomi dan Bisnis Universitas AirIangga). Seminar dipandu oleh Ni Made Sukartini, Dosen Universitas AirIangga.

Diharapkan meIaIui pelaksanaan acara seminar ini, Kementerian Keuangan dapat memperoleh feedback yang positif untuk merumuskan berbagai kebijakan fiskaI yang akan datang.

Serta dapat Iebih memahami perekonomian Indonesia maupun daerahnya pada khususnya, sehingga diharapkan masyarakat dapat aktif memberikan kontribusi terhadap negeri.
(Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO