WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Provinsi Jatim melalui Dinas Peternakan berupaya melakukan inovasi dan menjalankan program dalam rangka penguatan swasembada atau usaha memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah setempat.
“Kami memaksimalkan program dan berkomitmen agar Jatim tetap stabil untuk persoalan daging sapi,” ujar Plt Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid kepada wagataberita.com, Senin (21/08/2017).
Meningkatkan populasi sapi potong di wilayahnya itu membuat tahun 2017 ini mencapai 4,4 juta ekor. Ini tertinggi dari semua provinsi di Indonesia.
Dari angka populasi sapi potong tersebut, mampu menghasilkan produksi daging hingga 403.197 ton.
Kata dia, tingginya populasi sapi di Jatim itu karena penerapan program Insemininasi Buatan (IB) berhasil meningkatkan jumlah kelahiran sapi. “Peningkatannya 10 persen atau sejuta ekor lebih adalah sapi bunting sehingga bisa dimaksimalkan,” ungkap mantan Asisten III Sekretariat Daerah Prov. Jatim ini.
Semakin tingginya populasi sapi, lanjut dia, membuat Jawa Timur mengalami surplus sapi potong, termasuk menjadikan provinsi ini sebagai gudang ternak di tanah air.
Kelebihan jumlah sapi potong itu dikirim ke luar provinsi dan ke luar pulau seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan hingga Sulawesi.
“Kebutuhan daging sapi di Jatim mencapai 377 ribu ton, dan pada tahun ini mengalami surplus sapi potong sebanyak 30 ribu ekor,” kata Hamid.
Sementara harga daging sapi di Jatim, ia mengaku masih stabil pada kisaran Rp 90 – 120 ribu. Diharapkan menjelang Lebaran Idul Adha 2017 tidak ada kenaikan signifikan.
“Semoga harga terus stabil meski permintaan meningkat 3 – 4 kali lipat saat memasuki Lebaran Idul Adha tahun ini,” tandasnya. (Endri Soedarto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.