Selasa, 12 Desember 2017, 21:15
Home / NEWS / MUI JATIM : MASYARAKAT TIDAK PERLU RESAH SOAL SERTIFIKAT HALAL
H. Mochamad Yunus Sekretaris MUI Jawa Timur. Sumber Foto : Haludin Ma’waedha

MUI JATIM : MASYARAKAT TIDAK PERLU RESAH SOAL SERTIFIKAT HALAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Terkait sertifikat halal yang akan diambil alih Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, meminta masyarakat tidak perlu resah. Sebab keputusan terakkhir sertifakat halal  masih berada di MUI.

Sekretaris MUI Jawa Timur H. Mochamad Yunus mengatakan itu saat dimintai tanggapannya, Selasa (17/10/2017) petang di Sekretariat MUI Jatim Jl. Dharma Husada Selatan No. 5 Surabaya, Jawa Timur.

Dia menambahkan, justru masyarakat harus bersenang hati karena masalah sertifikat halal bagi produk makanan dan minuman serta kosmetik, sudah bersifat wajib. ‘’Kalau dulu bersifat suka rela. Nanti mulai 2019, sudah wajib. Artinya, negara sudah hadir terhadap pemberian sertifikat halal kepada makanan dan minuman serta kosmetik,‘’ tandas Yunus.

Selama ini label sertifikat halal makanan dan minuman dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian (LP) POM MUI kemudian mendapatkan Fatwa dari MUI, namun pada tahun 2019 mendatang, akan dikeluarkan oleh lembaga baru yang dibentuk Kementerian Agama yakni Badan Pengkajian (BP) Jaminan Produk Halal (JPH).

Meski begitu, kata Yunus finalisasi penentuan halal terhadap produk makanan dan minuman, termasuk kosmetik yang beredar di tanah air masih memerlukan Fatwa MUI. ‘’Finalisasi label halal itu ada pada MUI,‘’ tandasnya.

Sesungguhnya, sejak lama MUI menghendaki negara harus hadir dalam pemberian jaminan produk, makanan dan minuman yang berlabel halal. Namun baru sekarang negara hadir. ‘’Ini artinya label halal itu sudah wajib. Kalau dulu masih bersifat suka rela,‘’ ujarnya.

Adanya BP – JPH bentukan Kementerian Agama itu, berarti warga negara Indonesia yang kurang lebih 260 juta jiwa, dimana  88% adalah muslim, sudah akan mendapatkan jaminan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman serta kosmetik halal. Hanya saja memang, sedikit lebih panjang prosesnya, tapi tetap saja penentuan terakhir label halal itu ada di MUI. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

PAMIT CARI RUMPUT, KAKEK DI TRENGGALEK TEWAS TERBUJUR KAKU

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kejadian penemuan mayat di gubuk hutan petak 146b masuk Dusun Brajang RT 09 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *