Jumat, 17 April 2026, 11:23
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / 458 STARTUP IKUTI PAMERAN I3I DI SURABAYA
Tampak Foto Bersama Wakil Gubernur Jatim Dr.H. Saifullah (Kiri) Didampingi Dirjen Kemenristekdikti Dr.Ir. Jumain Appe Msi (Kanan) Saat Menghadiri Pameran Inovator Inovasi Indonesia (I3I) Di Grand City Mall & Convex Surabaya, Kamis (19/10/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

458 STARTUP IKUTI PAMERAN I3I DI SURABAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pameran Inovator Inovasi Indonesia atau Indonesian Inovator Innovation Expo (I3E) 2017 di ikuti 458.

Kegiatan ini yang berlangsung 19 – 22 Oktober 2017 di Grand City Mall & Convex Surabaya.

Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr. Ir. Jumain Appe, M
Si mengatakan, pameran I3E bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan produk-produk inovasi teknologi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas.

“Kita tidak hanya sebagai konsumen produk impor tetapi juga mampu menghasilkan produk-produk inovatif yang tidak kalah bersaing dengan produk-produk luar,” tutur Jumain.

Dia menambahkan, pameran I3E merupakan bagian dari upaya hilirisasi serta komersialisasi hasil riset dan pengembangan dari para inovator, baik yang ada di perguruan tinggi, lembaga penelitian  dan pengembangan, maupun masyarakat luas.

Beberapa start-up inovasi yang mengikuti pameran ini merupakan start-up yang sukses mengkomersilkan produknya di pasar. Salah satunya, produk Magic Ring yang merupakan produk penghemat bahan bakar minyak untuk sepeda motor, dan mampu mengurangi gas beracun pada kendaraan bermotor.

Kemudian Produk Isolated Ground Shield Wire yang merupakan produk system proteksi petir untuk jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik.

Selain itu, ada pula aplikasi Youthmanual.com yang merupakan platform persiapan kuliah dan karier online berbasis data. Ini didukung oleh teknologi People Science untuk membantu siswa dalam merancang dan mempersiapkan masa depan mereka.

“Karena itu, pameran ini bisa menjadi wahana strategis yang menjembatani produk-produk yang siap komersil dari para start-up untuk bertemu dengan para investor yang tertarik berinvestasi memproduksi dan memasarkan produk serta pembeli potensial yang berkunjung waktu pameran,” tandas  Dirjen.

Kemenristekdikti memiliki program pembinaan berupa pemberian insentif (seed funding) untuk start-up dan sudah dimulai sejak 2015.

Hingga saat ini tercatat ada 661 start-up yang sudah mendapat dukungan dana, dengan rincian 2015 sebanyak 52 start-up, tahun 2016 sebanyak 151 start-up dan tahun 2017 sebanyak 458 start-up.

Delapan bidang fokus start-up yang dibina Kemenristekdikti melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi itu, meliputi bidang pangan, bidang kesehatan dan obat-obatan, bidang transportasi, bidang energi, bidang teknologi informasi komunikasi, bidang pertahanan keamanan, bidang material maju dan bahan baku serta bidang maritim.

Dia berharap sepanjang kegiatan berlangsung bisa diakses 4.000 pengunjung dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini melibatkan banyak perguruan tinggi di tanah air.
(Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO