WAGATABERITA.COM – MUNA. Semakin dekat Pilkada serentak di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan di gelar pada bulan Juli 2018. Suhu politik pun, semakin panas dan seru. Perebutan pintu partai yang dilakukan oleh para calon kepala daerah, seperti Pilgub Sultra, juga semakin kencang. Partai yang berlambang pohon beringin yakni Golkar, terlihat semakin cantik menebar pesona untuk meminang Cagub di Sultra.
Walau telah dinyatakan final oleh Ketua harian DPP – nya, Nurdin Halid saat deklarasi paslon Cagub Sultra AMAN, di lapangan MTQ Kota Kendari bahwa golkar calonkan Ali MAZI – Lukman Abunawas (AMAN), Kamis (19/10) lalu, namun masih tetap tidak diterima baik pengurus golkar Sultra terang – terangan ditolak oleh seluruh kepengurusan dan kader partai Golkar di Sultra, mulai dari DPD I hingga seluruh DPD II.
Alasanya, bakal calon Gubernur (Bacagub) Ali Mazi yang mendapat rekomendasi dari DPP yang ditandatangani Ketua harian dan sekjen DPP itu benar – benar telah menginjak – injak harga diri mereka (pengurus dan kader Golkar Sultra). Sebagai pengurus dan kader, mereka mengaku sangat menjaga marwah Partai Golkar di Sultra.
Itu sebabnya, pernyataan Nurdin Halid final kepada Ali Mazi, namun bagi seluruh kader Golkar di Sultra, justru menolak dan menyatakan Ali Mazi tidak Aman.
Ini artinya, Golkar di Sultra masih belum Aman terhadap paslon Bacagub dan Cawagub AMAN. Padahal pasangan dengan nama AMAN itu sudah mendeklarasikan yang dihadiri Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid.
Ketua DPD I Partai Golkar Sultra H. Ir Ridwan Bae yang juga Anggota DPRRI Dapil Sultra dengan tegas dan terang – terangan membela habis – habisan seluruh pengurus dan kader partainya. Mereka menganggap apa yang dilakukan itu benar.
“Kita harus paham dengan etika, apalagi Ali Mazi sampai sekarang belum membangun koordinasi dengan kami,” tegas Mantan Bupati Muna dua periode itu pada wagataberita.com Sabtu (21/10/2017).
Terkait ancaman sanksi, Ridwan menilai bahwa Nurdin, tidak mungkin melakukan hal itu, atas langkah atau protes yang dilakukan kader Golkar Sultra.
“Bukan tidak taat keputusan DPP, tapi yang dituntut oleh kader adalah soal komunikasi calon dengan DPD Provinsi Sultra. Saya yakin pak Nurdin Halid akan memihak kepada kader Golkar Sultra dan bukan pemecatan. Gerakan yang dibangun kader – kader di daerah itu murni untuk mempertahankan dan menjaga marwah Partai Golkar,” tegas Ridwan Bae.
Itu sebabnya, dirinya berjanji akan berdiri tegak di belakang kader – kader partai golkar di Sultra. “Mereka bergerak demi nama baik partai. Demi marwah Golkar. Mereka tidak ingin partai golkar Sultra diremehkan oleh calon yang nota bene memakai partai golkar. Dan saya, kami yakin, pak Nurdin akan sependapat dengan kader Golkar di Sultra dan bukan sebaliknya,” tegasnya, lalu menambahkan, bukan soal berkonfrontasi dengan DPP Golkar, namun karena secara prinsip, apapun putusan partai, kader golkar se – Sultra, ia Sami’na Wa’atana. Protes karena tidak dibangunnya komunikasi oleh Ali Mazi kepada Golkar Provinsi dan kabupaten se – Sultra. Ini lebih pada kepentingan pemenangan dan bukan penolakan terhadap keputusan DPP.
“Bagaimana kami bisa mendukung orang yang bahkan mengajak (koordinasi) dengan kami di daerah saja tidak pernah. Saya sangat paham apa yang mereka pikirkan. Saudara – saudara saya itu, ingin Golkar menang,” katanya.
Dia juga menambahkan, Ini bukan berarti, ia sedang “melawan” putusan DPP. Tapi hanya menyoal figur Ali Mazi yang terkesan benar – benar tidak menganggap kader – kader Golkar di Sultra.
“Siapapun yang dicalonkan DPP, lewat keputusan resmi yang dibawa ke KPU untuk mendaftar, pasti kami dukung. Tapi figurnya, juga harus bisa membangun sinergi dengan instrumen partai di daerah,” tandasnya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.