Jumat, 20 April 2018, 13:58
Home / NEWS / TERDAMPAK LARANGAN CANTRANG, RATUSAN KAPAL NELAYAN TAK MELAUT
Sejumlah Kapal Nelayan Tak Melaut, Sabtu (06/01/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

TERDAMPAK LARANGAN CANTRANG, RATUSAN KAPAL NELAYAN TAK MELAUT

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Ratusan kapal nelayan di kota Probolinggo, Jawa Timur, terpaksa tak melaut dan hanya bisa bersandar di pelabuhan Tanjung Tembaga daerah setempat, Sabtu (06/01/2018).

Tak melautnya sejumlah kapal tersebut, telah terjadi selama sepekan terakhir. Hal itu berdampak langsung terhadap aktifitas nelayan yang menganggur, lantaran pekerjaannya sebagai pencari ikan di laut sudah tak bisa dilakukan lagi.

Menganggurnya para nelayan sendiri, dipicu oleh pemberlakukan Permen Kelautan dan Perikanan nomor 2 tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat – alat tangkap ikan pukat tarik (cantrang) untuk melaut, per 1 Januari 2018.

Larangan itu pun disesalkan Ketua Paguyuban Nelayan Mayangan Kota Probolinggo, H. Hambali. Menurutnya, saat ini banyak nelayan yang resah, dan mengeluh lantaran kapal mereka tidak bisa beroperasi lagi.

“Pemberlakukan permen Kelautan dan Perikanan, sangat berdampak terhadap kehidupan nelayan. Pasalnya rata – rata nelayan setempat menggunakan jaring cantrang,” jelas H Hambali.

Lebih lanjut Hambali menyampaikan, jika ia keberatan dan tidak sepakat dengan aturan tersebut. Sebab dia menilai kapal dengan mengunakan cantrang tidak merusak terumbu karang, dan ekosistem bawah laut.

Hal senada, juga disampaikan oleh Rafli, salah seorang nelayan setempat. Rafli mengungkapkan sejak diberlakukannya permen kelautan dan perikanan, atas larangan penggunaan alat tangkap ikan (Cantrang), ia sudah tak bisa bekerja lagi.

Selama sepekan ini, dirinya hanya bisa duduk terdiam di kapalnya tanpa aktivitas apapun. Ia pun berharap, adanya solusi yang lebih baik untuk mengatasi masalah tersebut.

“Saat ini ya hanya bisa menganggur saja, kalo untuk mencukupi kebutuhan hidup, sementara berhutang dulu. Sebenarnya kita sudah coba pakai alat tangkap ikan yang dianjurkan, namun hasilnya nihil gak ada untung,” jelasnya.
(Zulkiflie/Halu)

Check Also

5 PERIORITAS KERJA RKPD JATIM SINERGI DENGAN RKP NASIONAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *