Senin, 20 Agustus 2018, 6:20
Home / NEWS / MINIM SOSIALISASI, WARGA DESA CRAKEN DATANGI SEKDA TRENGGALEK

MINIM SOSIALISASI, WARGA DESA CRAKEN DATANGI SEKDA TRENGGALEK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Tolak adanya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas), warga Desa Craken Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek datangi kantor Sekda guna menyampaikan aspirasiya. Diketahui penolakan warga Desa Craken terkait program Pansimas dari Pemerintah Pusat, diduga karena minimnya sosialisasi yang kurang tepat sasaran.

Program Pansimas merupakan program nasional yang bertujuan untuk memenuhi universal akses. Termasuk menyediakan air minum yang layak bagi masyarakat. Dan di Kabupaten Trenggalek, program ini merupakan program ke 3 di tahun 2018 yang mencakup 10 Desa.

Warga menolak lantaran khawatir akan kehilangan sumber mata air yang ada didaerahnya. “Adanya kasak kusuk yang ada di masyarakat terkait program Pansimas mendapat penolakan memang diduga lantaran ketidak fahaman masalah program tersebut. Dan saat ini kebetulan difasilitasi dari Sekda Trenggalek untuk menyelesaikan masalah yang menimbulkan pro dan kontrak masyarakat,” ungkap Yopi Danar Andrianto, Kamis (18/01/2018).

Ditambahkan Yopi, warga mengkhawatirkan adanya salah satu informasi bahwa air yang di ambil dari sumber yang ada di Desa Craken akan dibawa keluar Desa. Dan berdampak pada area persawahan masyarakat terkait pasokan air atau irigasi.

Setelah dilakukan mediasi antar stakeholder terkait, akhirnya warga menyetujui untuk melanjutkan program Pansimas ini. Pihaknya berharap, jika memang saat musim kemarau tiba ada solusi dari Perusahan yang bersangkutan untuk melakukan penanganan.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Panitia Kemitraan (Pakem) Bapeda Litbang Bidang Fisik dan Sarana Kabupaten mengatakan bahwa setelah dilakukan mediasi dan pemahaman kepada masyarakat yang sempat menolak, memutuskan program Pansimas yang ada di Kecamatan Munjungan tetap akan dilanjutkan.

Warga Desa Craken Datangi Kantor Sekda Trenggalek. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

“Perlu diketahui bahwa air yang diambil dari sumber mata air yang ada di Desa Craken tersebut hanyalah 10 % saja. Sedangkan sisanya masih bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan irigasi warga Desa Craken,” kata Heri Yulianto.

Dari hasil penelitian terhadap sumber air yang ada di perbatasan Desa Craken dan Desa Masaran, yang rencananya akan dijadikan sumber air program Pansimas, debit air di dalam sumber tersebut saat musim kemarau masih bisa mencapai 10 liter per detik.

Masih terang Heri, jika diambik 1 liter per detik saja, ia tersebut bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan 1.000 warga. Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek juga meyakini melalui Program Pansimas ini tidak akan menghambat kebutuhan air warga Desa Craken Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek.

“Intinya setelah melalui mediasi ini, masyarakat yang sempat menolak sudah menyetujui untuk Program Pansimas ini tetap dilakukan,” pungkasnya. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

INI KLARIFIKASI ATAS VIRALNYA SISWA PAUD BERJUBAH, BERCADAR DENGAN REPLIKA SENJATA DI DADA

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Viralnya foto anak – anak PAUD, berjubah, bercadar dan memakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *