Sabtu, 26 Mei 2018, 3:14
Home / HOTNEWS / DAMPAK LONGSOR, KORBAN BELUM TERDETEKSI, WARGA GUNAKAN JALUR ALTERNATIF
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

DAMPAK LONGSOR, KORBAN BELUM TERDETEKSI, WARGA GUNAKAN JALUR ALTERNATIF

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Hingga hari pertama terjadinya bencana tanah longsor yang ada di perbatasan Kecamatan Kampak dan Kecamatan Munjungan belum terdeteksi. Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, belum diketahui adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Lantaran bencana tanah longsor terjadi pada dini hari dan tidak ada saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut.

Jika diperkirakan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut, dimungkinkan korban merupakan pedagang yang tengah melintas menuju pasar Munjungan.

“Sampai saat ini belum bisa diketahui adanya korban jiwa atau tidak pasca bencana longsor yang terjadi di jalur utama perbatasan Kampak – Munjungan. Jika memang ada, sangat mungkin bahwa korban tersebut merupakan pedagang yang hendak ke pasar Munjungan untuk berjualan. Pasalnya pada jam – jam tersebut menjadi waktu yang ramai di Pasar Munjungan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto, Senin (22/01/2018).

Diakui Joko, pada jam terjadinya bencana biasanya banyak pedagang dari arah Trenggalek yang datang ke pasar Munjungan untuk berdagang.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian sektor setempat untuk memastikan tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tanah longsor ini, untuk mengetahui jumlah kendaraan yang melintas saat itu.

Sedangkan untuk proses evakuasi material longsor dengan menggunakan alat berat, pihaknya menghimbau agar dilakukan dengan hati – hati.

Masih terang Joko, untuk sementara akses transportasi akan di arahkan ke jalur alternatif meski harus memutar arah yang jarak tempuhnya jauh lebih ekstrim dan memakan waktu lebih lama.

“Karena kondisi badan jalan yang tertutup material longsor, membuat warga Munjungan yang hendak melakukan aktivitas keluar Kecamatan harus melintasi jalur Munjungan – Dongko atau Munjungan – Panggul,” imbuhnya.

Bahkan jalur alternatif tersebut juga tidak bisa sepenuhnya digunakan untuk kendaraan berjualan besar. Pasalnya jalur alternatif tersebut memiliki banyak tanjakan dan tikungan yang ekstrim, ditambah badan jalan yang tidak cukup lebar.

“Meski harus melewati jalur alternatif, diharapkan para pengguna jalan tetap berhati – hati karena akses jalan cukup menantang dan memakan waktu lebih lama ketimbang melintasi jalur biasanya,” pungkas Joko. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

PENGARUH MIRAS, PELAKU PENGEROYOKAN DIRINGKUS POLISI

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Diduga dalam pengaruh minuman keras, pelaku pengroyokan di Alun – Alun Trenggalek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *