WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Plt Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin buka Sekolah Lapang Tanggap Gempa Bumi. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek yang bekerja sama dengan BMKG Sawahan Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi atau gladi ruang mitigasi gempa bumi dan tsunami ini digelar di salah satu hall di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut hadir Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin yang juga berkesempatan membuka acara. Tak hanya itu, anggota Komisi V DPR RI Dr Gatot Sudjito, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Mochammad Riyadi, Kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto serta seluruh undangan dari berbagai kalangan yang tergabung dalam mitra kerja BPBD dari Kecamatan dan Desa yang terdampak tunai juga turut ambil bagian.
- HUJAN DERAS, JEMBATAN ANTAR DESA DI TRENGGALEK PUTUS
- PLT BUPATI TRENGGALEK BUPATI PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA TINGKAT DASAR
- BUPATI TRENGGALEK TINJAU EVAKUASI LONGSOR DI JALUR KAMPAK – MUNJUNGAN
- PUTUSNYA JALUR UTAMA, HARGA KEBUTUHAN POKOK DI MUNJUNGAN MELONJAK
- TERISOLIR, PERJUANGAN WARGA MUNJUNGAN PENUHI KEBUTUHAN SANGAT MEMPERHATIKAN
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan peranan UPT. Dalam hal ini, BMKG Daerah sebagai perpanjangan tangan dari BMKG pusat untuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai rantai peringatan dini dan menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama dari rantai peringatan dini tsunami di daerah dalam memberikan informasi dan arahan yang benar kepada masyarakat dan SKPD terkait warning peringatan dini tunai,” ungkap Ketua Panitia, Muhammad Chudori, Jumat (20/04/2018).
Terpisah, Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin turut menyambut baik dengan kegiatan sekolah lapang gempa bumi ini.
“Perlunya prediksi – prediksi yang diberikan oleh BMKG bisa digunakan sebagai power mitigasi bagi kita juga sekaligus sebagai Early Warning System (EWS), jadi sebelum bencana datang sudah dilakukan evakuasi,” tutur Arifin.

Masih terang Wakil Bupati Termuda Se – Indonesia ini, bahwa mulai saat ini masyarakat bisa menginformasikan jika terjadi kerawanan bencana, BPBD telah menunjuk pasukan orange yang bekerjasama dengan Aplikasi Qlue sehingga laporan tersebut bisa segera masuk ke database dan akan segera di tindak lanjuti.
“Dari aplikasi Qlue yang diluncurkan beberapa waktu lalu, BPBD dalam hal ini masuk ke dalam kategori pasukan Orange atau peduli bencana bisa segera menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait kebencanaan. Makanya kegiatan sekolah lapang tanggap gempa bumi ini memang sangat membantu dan memberikan manfaat yang positif,” pungkasnya.
Pihaknya berharap melalui sekolah lapang gempa bumi ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam upaya mitigasi penanggulangan bencana serta dapat lebih memahami rantai peringatan dini informasi gempa bumi dan tsunami, sehingga penanganan terhadap bencana dapat lebih cepat, tepat dan dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. (Ayu Mila Sari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.