Minggu, 19 Agustus 2018, 22:53
Home / NEWS / KETUA DARMA WANITA SIGI AJAK ANGGOTA KOMIT PERANG TERHADAP KDRT

KETUA DARMA WANITA SIGI AJAK ANGGOTA KOMIT PERANG TERHADAP KDRT

WAGATABERITA.COM – SIGI. Seminar Dampak KDRT dalam Hubungan Keluarga yang diselenggaran Darma Wanita Sigi atas dukungan penuh WVI Regional Sulawesi Tengah kantor Palu dan Dinas PPPA Kabupaten Sigi, Sabtu (05/05/2018).

Dikesempatannya Ketua Darma Wanita Kabupaten Sigi Salmah Moh. Basir mengajak seluruh anggotanya untuk berkomitmen melawan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dimasing – masing tempat tinggal dan lingkungan. Fakta menunjukkan bahwa KDRT sangatlah berdampak pada rusaknya hubungan dan kehidupan dalam keluarga. Keluarga bisa hancur, anak menjadi terlantar dan tak terurus, dengan demikian anaklah yang selalu menjadi korban. Oleh sebab itu, sekecil apapun praktek KDRT yang terjadi dilingkungan masing – masing tidak bisa dibiarkan terus terjadi. “Oleh sebab itu, saya mengajak dan menyeruhkan kepada seluruh anggota Darma Wanita Sigi perang MELAWAN KDRT, demikian disampaikan Salma Moch. Basir.

Mohammad Irvan Lapata selaku Bupati Kabupaten dihadapan lebih kurang 300 orang kader Darma Wanita Sigi, Kader PKK, para pegiat Perlindungan anak tingkat desa dan kecamatan serta dihadapan para pimpinan SKPD, kepala dinas dan badan dilingkungan pemerintahan Kabupaten Sigi menyambut baik dan mendukung penuh ajakan dan seruan Darma Wanita Sigi dan organisasi perempuan lainnya untuk melawan dan menghentikan kekerasan dalam rumah tangga. Melalui peran kader – kader Darma Wanita yang berbasis perempuan diharapkan kabupaten Sigi dapat menjadi menjadi kabupaten menuju “zero tolerance” terhadap kekerasan baik pada perempuan dan anak.

Aris Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak yang didaulat sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut membagi pengalaman empiriknya dalam penanganan anak – anak sebagai korban KDRT menyampaikan bahwa mengingat kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan merupakan kejahatan luar biasa (extraordinari crime) dengan demikian tidak tidak ada kata DAMAI.

Sikap tegas ini disampaikan Arist mengingat masih banyaknya kasus – kasus KDRT maupun kekerasan seksual di Sigi, oleh masyarakat penyelesaiannya masih menggunakan pendekatan Damai dan denda adat dan seringkali mengesampingkan proses hukum positif, akibatnya korban menjadi korban lagi.

Ketua Darma Wanita Sigi, Bersama Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Kadis PPPA Sigi, Manager WVI Regional Sulteng, Ketua Bayangkari Sigi dan staff.

Dengan demikian adalah tepat, dalam rangka memututus mata rantai KDRT di Sigi perlu segera dibangun komitmen dan partisipasi masyarakat untuk melakukan kegiatan – kegiatan penyuluhan di desa dan kampung guna membangun kesadaran dan memberikan pengetahuan serta kemampuan untuk melakukan pencegahan dan deteksi secara dini.

Adalah sudah harus menjadi perioritas Dinas PPPA Sigi untuk segera menggerakkan partisipasi masyarakat dengan membangun Gerakan Perlindungan Anak berbasis kampung atau sebutan lain Gerakan Perlindungan SANGATA di Sigi yang diintegrasikan dengan program Pemberdayaan Masyarakat Desa. Ayo bertekat bersama melawan KDRT, Kekerasan terhadap anak dan terus berusaha agar Sigi menuju Zero tolerance terhadap Kekerasan. Hentikan kekerasan terhadap Anak dan Perempuan sekarang juga, tegas Arist. (Red/IWO)

Check Also

INI KLARIFIKASI ATAS VIRALNYA SISWA PAUD BERJUBAH, BERCADAR DENGAN REPLIKA SENJATA DI DADA

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Viralnya foto anak – anak PAUD, berjubah, bercadar dan memakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *