Senin, 18 Juni 2018, 6:57
Home / SURABAYA / PAKDE KARWO MINTA PELAYANAN MUDIK BISA HUMANIS AGAR JUMLAH KECELAKAAN BISA MENURUN

PAKDE KARWO MINTA PELAYANAN MUDIK BISA HUMANIS AGAR JUMLAH KECELAKAAN BISA MENURUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo memimpin Apel Gelar Pasukan Pelaksanaan dan PengamananAngkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jatim Tahun 2018 di depan kantor Dinas Perhubungan/Dishub Jatim, Frontage Road, Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (09/06/2018).

Dalam apel ini Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim meminta pelayanan dan pengamanan angkutan lebaran kepada masyarakat bersifat humanis. Lewat pendekatan humanis maka yang dikedepankan bukanlah penindakan, namun lebih pada mengajak masyarakat untuk terlibat memikirkan keselamatan bersama.

“Kegiatan gelar pasukan ini rutin dilaksanakan, tapi yang kita inginkan bukan rutinnya tapi dalam pelaksanaannya didorong menggunakan pendekatan secara humanis,” terang Pakde Karwo.

Menurut Pakde Karwo, saat di jalan kebanyakan orang emosi karena keinginan saling mendahului. Oleh sebab itu, pendekatan humanis ini bisa memberi pengertian kepada mereka bahwa emosi bisa mengganggu keselamatan dirinya dan orang lain. Dicontohkan, ketika memberi peringatan di jalan jika tidak bisa dilakukan lewat bicara/teriak maka cukup dengan melambaikan tulisan hati – hati pada pengguna jalan. “Cara – cara seperti inilah yang lebih efektif dan dalam setiap kesempatan kita namakan konsep partisipatoris,” imbuhnya.

Selain itu, Pakde Karwo juga meminta semua petugas pelaksana bisa menyelesaikan tugas pokoknya masing – masing sehigga tidak timbul overlaping. Karenanya, perintah pimpinan harus jelas dan terukur terhadap setiap sektor. Koordinasi juga harus terus dilakukan selama di lapangan untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Matangkan koordinasi, kumpulkan pimpinan antar sektor, koordinasi di tiap – tiap posko, dan tanamkan bahwa pelayanan ini bukan penindakan tapi pelayanan,” tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Pakde Karwo berharap, lewat pendekatan humanis dan koordinasi yang baik selama penyelenggaran angkutan lebaran terpadu maka jumlah kecelakaan di jalan bisa menurun. Berdasarkan data evaluasi angkutan lebaran tahun lalu, jumlah angka kecelakaan di masa angkutan lebaran tahun 2017 yakni 873 kejadian atau meningkat 11,07 persen dibanding tahun 2016. “Saya berharap tahun ini jumlah kejadian dan korban kecelakaan bisa ditekan semaksimal mungkin, dengan mewujudkan zero accident,” tukasnya.

Kepada seluruh masyarakat Jatim, Pakde Karwo menyampaikan, bahwa semua aparat telah bersiap semua untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Karenanya, semua pemudik diharapkan bisa pulang dan balik dengan aman. Disamping itu, apresiasi juga diberikan kepada berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta yang telah memberikan fasilitas mudik gratis. “Semua pemudik akan bisa pulang dengan aman, tentunya juga dengan berpikir mengutamakan keamanan dan keselamatan bersama,” pesannya.

Check Also

WOW, KEMACETAN DI TOL NGAWI – SURABAYA MENAKJUBKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Hari Raya Idul Fitri selalu di rayakan masyarakat Indonesia dengan melakukan mudik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *