Sabtu, 18 Agustus 2018, 5:31
Home / PROBOLINGGO / GEDUNG, PERUMAHAN DI KOTA PROBOLINGGO WAJIB PAKAI NAMA BAHASA INDONESIA
Salah Satu Komplek Perumahan Di Kota Probolinggo, Rabu (04/07/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

GEDUNG, PERUMAHAN DI KOTA PROBOLINGGO WAJIB PAKAI NAMA BAHASA INDONESIA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, punya cara berbeda guna mempertahankan budaya, bahasa, dan kearifan lokal, Rabu (04/07/2018).

Satu contohnya yakni, mengharuskan nama – nama gedung, dan perumahan yang ada di wilayah kota setempat menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan aturan tersebut, telah ditetapkan melalui Perwali (Peraturan Walikota), nomor 59 tahun 2018, Tentang Penamaan Rupa bumi.

Kepala Bagian Pemerintahan, Kota Probolinggo, Ina Lusinawati membenarkan, adanya aturan tersebut. Bahkan ia menyebut, jika aturan dimaksud telah disosialisasikan kepada masyarakat, melalui tiap – tiap kelurahan.

Lanjut Ina menjelaskan, bagi para pengembang atau investor ke depannya, tidak bisa lagi memberi nama perumahan atau gedung yang dibangun dengan bahasa asing.

Dan Bagi yang terlanjur, Pemkot memberi waktu toleransi paling lama 2 tahun, agar seluruh perumahan dan gedung sudah menggunakan Bahasa Indonesia.

“Wajib pakai bahasa Indonesia atau Bahasa daerah. Karena Ketentuannya, seluruh perumahan dan gedung atau semacamnya, diharuskan berbahasa Indonesia,” terangnya.

“Perwali ini penting. Karena banyak bermunculan penamaan perumahan memakai nama asing. Gejala ini harus dicegah,” tandasnya.

Sementara itu, penamaan sebuah gedung dan perumahan berbahasa asing, tidak hanya terjadi di swasta, akan tetapi juga terjadi di gedung milik pemerintah. Beberapa contohnya, yakni gedung Islamic Centre (GIC) dan kolam renang di dalam area GOR Kedopok yang diberi nama Olympic.

Untuk GIC berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, sudah diganti Gedung Hayam Wuruk. Sedangkan kolam renang Olympic, masih belum diganti. (Zulkiflie)

Check Also

MENDEKATI PUNCAK HUT RI, KUNJUNGAN WISATAWAN KE BROMO NAIK 50%

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan obyek wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *