Minggu, 19 April 2026, 3:23
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / 20 PENYAJI TERBAIK  BERHASIL JUARAI FESTIVAL JARANAN TERBUKA KE-23
Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto Memberikan Penghargaan Kepada 20 Penyaji Terbaik Dalam Festival Jaranan Terbuka Ke 23 Di Alun - Alun Trenggalek.

20 PENYAJI TERBAIK  BERHASIL JUARAI FESTIVAL JARANAN TERBUKA KE-23

WAGATABERITA.COM  – TRENGGALEK. Festival Jaranan Terbuka ke 23 di Kabupaten Trenggalek mengerucutkan 20 penyaji terbaik dan berhasil meraih juara. Setelah melalui seleksi ketat oleh 3 dewan juri, 20 penyaji terbaik dalam Festival Jaranan Terbuka ke – 23 Kabupaten Trenggalek tahun 2018 kategori umum resmi didapatkan.

Penyaji terbaik ini terbagi dalam 10 penyaji terbaik non Turonggo Yakso dan 10 penyaji terbaik Turonggo Yakso. Tak hanya itu juga diberikan penghargaan oleh panitia untuk 2 penata tari dan 2 penata iringan kategori Turonggo Yakso dan non Turonggo Yakso.

“Jumlah penghargaan ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan festival jaranan yang digelar sebelum – sebelumnya, yang hanya memberikan penghargaan 5 penyaji terbaik Turonggo Yakso dan Non Turonggo Yakso serta 1 penata tari dan 1 penata iringan kategori Turonggo Yakso dan non Turonggo Yakso,” ungkap ketua panitia yang sekaligus Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto.

Diakui Joko, penambahan jumlah penghargaan ini diharapkan bisa menambahkan daya tarik masyarakat untuk turut mencintai dan melestarikan kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso, yang saat ini menjadi icon kesenian di Kabupaten Trenggalek.

Kedepan pihaknya membutuhkan dukungan anggaran untuk membesarkan Festival ini. Mengingat minat masyarakat akan kesenian tari Jaranan Turonggo Yakso cukup tinggi.

“Minat masyarakat akan kesenian tradisional seperti tari Jaranan Turonggo Yakso memang cukup tinggi. Bahkan kalau menuruti kemauan masyarakat, acara ini digelar seminggupun tidak akan mencukupi,” imbuhnya.

Selama 4 hari festival jaranan terbuka ke 23 ini digelar, juri mengumumkan peserta yang layak diberikan penghargaan sebagai penyaji terbaik.

Beberapa peserta yang mendapatkan penghargaan sebagai penyaji terbaik non Turonggo Yakso diantaranya peserta dengan penampilan nomor 02, Santa Kasta Sendang Tulungagung, selanjutnya Mukti Agung Budoyo Bendoagung Kampak Trenggalek, selanjutnya  nomor 09 Gandes Gayatri PIAUD IAIN Tulungagung, kemudian nomor 12 Tri Pandowo Tulungagung, kemudian nomor 13 Mega Mendung Sukorejo Blitar, kemudian nomor 20, Sanggar tari Amanda Ngares Trenggalek, dan nomor 28 Taruno Jati Pogalan Trenggalek, selanjutnya nomor 30 Prana Kusuma Aji Tulungagung, serta nomor 31 Rukun Santoso,Gedot Blitar dan  yang terakhir nomor 33 Purwo Budoyo Sumberingin Karangan Trenggalek.

Sedangkan untuk penata tari dan iringan terbaik non Turonggo Yakso, diraih Mega Mendung Blitar dan Prana Kusuma Aji Tulungagung, kedua group jaranan ini memborong kategori ini.

Sedangkan untuk peserta yang ditetapkan oleh dewan juri sebagai penyaji terbaik Turonggo Yakso yakni dengan nomor penampilan 05 Ngesti Laras Budoyo SMAN 1 Karangan, nomor 10 Turonggo Lawong Dewandaru Pogalan, nomor 14 Candra Kumara Sumberingin Karangan Trenggalek, nomor 15 Krido Budaya Dongko Trenggalek, nomor 17 Darmo Kusumo, nomor 19 Naga Palangkaraya Sleman Jogjakarta, nomor 23 Sumilir Budoyo Sumberdong, kemudian nomor 24 Purwo Budaya Dongko, dan nomor 25  Sekar Prabu Manduro Tugu serta nomor 37 Sekar Mayang Dongko.

Untuk penata tari terbaik Turonggo Yakso, diraih oleh Nesti Laras Budoyo dan Turonggo Lawung Dewandaru. Sedangkan penata iringan terbaik Turonggo Yakso, Ngesti Laras Budoyo dan Naga Prabangkara, Sleman Jogjakarta.

Usai menyerahkan piala penghargaan menyampaikan kepada para penyaji terbaik, Joko juga mengucapkan terimakasih atas seluruh pihak atas terselenggaranya festival Jaranan Terbuka ini ke 23 ini.

“Tentunya saya sangat berterima kasih atas kerja keras dari seluruh pihak baik panitia maupun para peserta dari festival ini termasuk juga masyarakat yang antusias terhadap terselenggaranya acara ini,” kata Joko.

Masih terang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, pihaknya berharap festival ini kedepan semakin maju dan berkembang, sedangkan masyarakat kita semakin mencintai budaya.

Pasalnya perkembangan budaya sangat mendukung perkembangan pariwisata. (Mil)

Check Also

BOARD GAME DAN TRADING CARD GAME YELLO HOTEL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Board game namanya memang terdengar asing di masyarakat tapi bila