Rabu, 22 April 2026, 1:59
Home / NEWS / SIDAK PABRIK OLI BEKAS, INI KATA KOMISI 3 DAN DLH
Sidak komisi 3 dan DLH.

SIDAK PABRIK OLI BEKAS, INI KATA KOMISI 3 DAN DLH

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, bersama Dinas Lingkungan Hidup melakukan inspeksi mendadak, ke Pabrik pengolahan oli bekas, PT Berdirkari Jaya Bersama (BJB), Senin (08/10/2018).

Sidak dilakukan, setelah DPRD dan DLH kota Probolinggo, mendapatkan laporan warga bahwa adanya polusi udara dari pabrik setempat.

Namun demikian, saat Tim Sidak melakukan peninjauan di sejumlah titik pabrik yang berlokasi di jalan KH. Hasan Genggong, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih itu.

Petugas DLH Kota Probolinggo menyatakan, jika polusi udara pabrik setempat, masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan pemerintah.

Informasi itu disampaikan, Kepala Bidang Tata Penataan Lingkungan Hidup, Heru Margiyantoro. Disebutkannya, dari data yang dimiliki polusi udara dari pabrik pengolahan oli, masih aman bagi warga sekitar maupun para pekerjanya.

“Hasil uji lab dan analisa kami, polusinya masih di bawah ambang batas ditetapkan pemerintah. Namun demikian, kami akan terus memantau dan pengawasan, karena kondisinya bisa berubah – rubah,” katanya singkat.

Dalam Sidak, komisi 3 sempat melihat tempat penyimpanan limbah B3, di dalam area pabrik yang tertutup rapat. Bau menyengat sempat tercium, saat anggota dewan membuka pintu gudang, namun setelah pintu ditutup kembali, bau kembali hilang.

Ketua komisi 3 Agus Riyanto meminta, manager teknik operasional pabrik, agar tidak terlalu lama menyimpan limbah B3 dalam pabrik. Agus menyarankan, paling lama satu minggu limbah yang dikemas dalam sak plastik itu, berada di dalam gudang.

“Saya harap limbah ini segera diangkut, dan tidak lama – lama di dalam pabrik, atau tidak sampai satu minggu,” kata Agus.

Lanjut Tim Sidak lantas meninjau, tempat pengisian hasil proses suling. Menurut Agus, timbulnya polusi udara hingga tercium warga sekitar, lantaran adanya kebocoran pada selang pengisian, dari tangki perusahaan ke truk tangki yang akan membawa solar.

“Sidak kali ini, karena adanya laporan warga sebelumnya. Dan diakui perusahaan, memang sempat ada kebocoran namun sudah dibenahi. Terbukti saat kita cek tidak bau kan,” ujarnya kepada wartawan.

Disela-sela Sidaknya, Komisi 3 juga mengingatkan pihak pabrik, agar management pabrik tidak lupa terhadap CSR bagi warga sekitar. Permintaan itu pun ditanggapi management pabrik, bahwa telah memenuhi kewajiban tersebut.

Manager operasional pabrik, Minkiet mengatakan, bahwa untuk CSR telah diatur perusahaannya, dan sasarannya warga sekitar.

“CSR kami kelola sendiri. Kalau RW 8, sudah kami beri tapi mereka menolak. Otomatis kami berikan ke warga lainnya,” pungkasnya. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …