WAGATABERITA.COM – KENDARI. Pasca pencabutan izin Clir and Clir (CnC) yang dimiliki PT Mugni Energi Bumi, PT Wanagon dan PT Sriwijaya di Konawe Utara Sultra yang dilakukan oleh Dirjen ESDM ini akhirnya juga mengundang perhatian Gubernur Sultra Ali Mazi.
Di polemik ketiga perusahaan tambang ini Ali Mazi menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh direktur perusahaan pertambangan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) se – Sultra.
Pertemuan tertutup yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Gubernur Sultra lantai II itu juga terkesan sangat rahasia, sebab para peserta rapat tidak diperbolehkan membawa masuk handphone mereka.
Selain itu sejumlah wartawan yang sudah menunggu di lobi Kantor Gubernur tidak diizinkan untuk masuk ke dalam ruang rapat, bahkan beberapa wartawan yang mencoba naik ke lantai II di hentikan oleh Sat Pol PP dan disampaikan bahwa rapat tersebut merupakan rapat tertutup.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Sultra, Kusnadi membenarkan bahwa rapat yang tengah di gelar Gubernur dengan para Direktur Perusahaan pemegang IUP memang dilaksanakan dengan tertutup.
“Rapat Gubernur mengenai masalah IUP dengan penambang, tapi rapatnya tertutup,” kata Kusnadi melalui pesan WhatsApp – nya pribadinya.
Untuk diketahui, sebelumnya rapat tersebut di agendakan pada Selasa, (06/11) lalu, namun mengalami penundaan dan baru dilaksanakan pada Kamis (08/11/2018) hari ini.
Diketahui selain para pemegang IUP, juga hadir Kapolda Sultra, Brigjen Iriyanto SIK dan Komandan Korem 143 HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman (Red/*)
- MASPION PASTIKAN TETAP BUKA WALAU GIANT TUTUP
- INI PLAZA PERTAMA DAN TERBESAR DI KABUPATEN LUMAJANG
- PENGAMAT BILANG ADA PELANGGARAN HUKUM, BILA 3 PERUSAHAAN TAMBANG MASIH OPERASI WALAU CNC NYA TELAH DICABUT
- SELAIN PT MUGNI DINAS ESDM SULTRA CABUT IZIN PT WANAGON DAN SRIWIJAYA
- TERUS LAKUKAN AKTIVITAS, ANGGOTA DPRD ANGGAP PT MUGNI MELAWAN HUKUM
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.