Rabu, 22 April 2026, 2:04
Home / NEWS / MELIHAT BUNGA ABADI DI LERENG BROMO TENGGER

MELIHAT BUNGA ABADI DI LERENG BROMO TENGGER

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Obyek wisata Gunung Bromo tak hanya menyimpan keindahan alam, akan tetapi kaya dengan Flora dan Faunan nya. Namun demikian, jika tidak dijaga kekayaan alam yang dimiliki gunung cantik ini akan punah.

Salah satunya seperti bunga Edelweis atau bunga abadi, yang menjadi bunga khas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Guna melestarikan bunga langka dan dilindungi itu, sekelompok warga yang tergabung dalam Pokdarwis Gunung Bromo Tengger membangun, areal budidaya Tanaman Edelweis.

Areal budidaya ini, menjadi satu lokasi dengan rumah adat Tengger, dimana berada lereng puncak Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Pokdarwis, Sugeng Djumadyono mengatakan, ada sekitar 1.500 bibit Edelweis yang dibudidayakan di areal rumah adat Tengger seluas setengah hektar. Sejumlah bibit itu, sengaja ditanam agar tanaman Edelweis tetap lestari.

Disebutkan Sugeng, jika sampai saat ini tanaman Edelweis masih digunakan warga Tengger, dalam upacara adat Suku Tengger seperti Agem-agem dalam perayaan Karo.

“Melalui adanya lahan budidaya ini, kedepan para warga Tengger tidak lagi mengambil tanaman Edelweis dari alam bebas. Diharapkan mereka bisa mengambil dari sini, untuk keperluan adat,”jelasnya, Kamis (03/01/2019).

Sugeng menjelaskan, jika tanaman Edelweis sendiri merupakan bagian dari keraifan lokal warga Suku Tengger Bromo. “Kalo Edelweis disini, jenisnya Anapanis Javanica dan keberadaanya mulai langka, makanya perlu dilestarikan,”tukasnya.

Sementara itu, Camat Sukapura, Yulius Christian berharap, adanya araeal budidaya tanaman Edelweis itu, kedepan bisa juga menjadi tempat pembelajaran bagi para siswa sekolah yang ingin belajar menanam Edelweis.

Areal budidaya yang bersebelahan dengan rumah adat Suku Tengger, diharapkan juga menjadi salah satu tempat pembelajaran siswa sekolah maupun masyarakat umum, mengenela budaya Suku Tengger.

“Tentunya adanya tempat ini, bisa jadi mini museum bagi wisatawan yang berkunjung. Selain mengenal tanaman khas Tengger, mereka juga tau budaya Suku Tengger itu seperti apa,”kata Yulius.

Sebagai informasi, rumah adat Suku Tengger sendiri memiliki luas 10 X 9 meter persegi, dimana didalamnya terdapat berbagai peralatan sehari-sehari khas warga Suku Tengger serta Pawon Tengger. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …