WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menghadiri acara silatuhrami dengan seluruh Pejabat dan Staf di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemprov Jatim di Ruang Hayam Wuruk lantai 8, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (29/01/2019).
Disini dijelaskan salah satu alasan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jawa Timur karena pembangunan kesehatan dan pendidikan menjadi fokus utama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya sejak provinsi ini dipimpin oleh Gubernur Dr. H. Soekarwo mulai tahun 2009 hingga 2019.
“Kita tidak bisa berbicara peningkatan kesejahteraan, jika tidak mengurus dua hal, yaitu kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Dalam penekanan tersebut, Pakde Karwo biasa beliau disapa hadir bersama istri, Ibu Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si menyampaikan tentang pentingnya hal kesehatan dan pendidikan di Jawa Timur. Bahkan, sejak awal dirinya mencalonkan sebagai Gubernur, pembangunan pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritasnya. Karena itu, setelah terpilih sebagai orang nomor satu di Jatim, dirinya langsung bergerak cepat untuk merealisasikannya.
“Saat mencalonkan diri sebagai Gubernur, saya banyak membaca buku tentang kesehatan, isinya tentang promotif dan preventif, seperti pemberantasan malaria. Dari awalnya jadi bahan kampanye, kemudian ini menjadi program utama kami ketika terpilih sebagai Gubernur,” katanya.
Berkat fokus mengurus kesehatan dan pendidikan, masyarakat Jatim kian sejahtera. Hal ini dibuktikan dari data BPS, dimana pendapatan per kapita masyarakat Jatim saat ini mencapai Rp. 55,81 juta per tahun, atau naik hampir sebesar 400 persen dari tahun 2008, yang hanya sebesar Rp. 16,8 juta per tahun tambah Gubernur kelahiran Madiun ini.
“Ini karena kesehatan dan pendidikan kita bagus, makanya produktivitas bisa meningkat,” tambah Gubernur yang gemar menyaksikan wayang kulit ini.

Salah satu yang luar biasa, imbuh Pakde Karwo, adalah pendidikan tentang begitu besarnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Salah satu indikatornya adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nya terkendali, yakni 0,560 atau yang terendah di Indonesia.
“Total Fertility Rate nya juga hanya 1,91. Jadi bukan dua anak cukup, tapi 1,91 anak cukup. Jadi korelasi positifnya, kaum perempuan di Jatim sangat berpendidikan dan produktif. Ini berkat dua kekuatan besar dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan,” imbuhnya.
Makin sejahteranya masyarakat Jatim, lanjut Pakde Karwo, adalah Usia Harapan Hidup (UHH) Jatim yang kini mencapai 71 tahun. Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim mencapai 70,6. Serta, angka penurunan tingkat kemiskinan yang cukup signifikan, yakni dari 18,61% menjadi 10,85 %.
“Masyarakat Jatim pun kini sangat rasional sekali, tidak terlalu banyak membeli yang diinginkan, tapi membeli yang dibutuhkan. Sehingga inflasi kita rendah sekali, hanya 2,86%,” terangnya. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.