WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Ledakan besar yang terjadi di kawasan Senayan Timur saat Debat Capres – Cawapres di Hotel Sultan pada Minggu (17/02) lalu terus dibahas oleh banyak kalangan yang gemas atas kejadian tersebut.
Tak terkecuali Mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Majelis Pemuda Independen (MPI) dan Konsorsium Mahasiswa Jakarta (KMJ), bergabung para Mahasiswa dan Pemuda ini memberi dukungan pada upaya yang dilakukan Polda Metro Jaya untuk menyelidiki kasus ini.
Menurut Koordinator Umum KMJ Salim Mefhani dukungan ini sebagai upaya menjaga stabilitas dalam tahun politik. Sebagaimana banyak diberitakan di media, pada ajang pesta demokrasi rakyat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan panik dan termakan isu – isu hoaks yang beredar saat ini,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/02/2019).
Momentum pemilu harusnya menjadi semangat baru untuk menyatukan visi dan misi bangsa Indonesia ke depan kata Salim
Terkait ledakan, Salim menilai kepolisian sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk dipercaya menanganinya. Indonesia telah menghadapi banyak aksi teror bom. Dimulai sejak teror Bom Bali 1 dan 2, yang memakan banyak korban.
“Kemudian teror bom di Hotel JW Marriot yang juga memakan korban, kita sudah banyak belajar,” kata Salim.

Hingga tahun 2018 pun, Indonesia masih mendapat teror bom di Mako Brimob, Mapolda Riau, Gereja di Surabaya dan Rusunawa di Wonosobo. “Dari pengalaman kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang,” ujar Salim.
Salim berharap, kepolisian dapat membongkar motif, apakah yang dikehedaki oleh pelaku ledakan yang diduga adalah petasan. Apakah hanya iseng – iseng belaka atau ada yang lain.
“Karena kami mengecam peristiwa itu dan mendukung penuh penyelidikan Polda Metro Jaya untuk ungkap motif, pelaku hingga otak dari peristiwa itu harus diberi sanksi tegas,” ungkapnya.
“Kami juga mendukung Polda Metro untuk berusaha menyukseskan Pemilu 2019 yang dilaksanakan secara serentak,” tutup Salim. (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.