Kamis, 30 April 2026, 3:33
Home / NEWS / PEMKAB PROBOLINGGO TARGETKAN BANGUN KAWASAN 100 – 0 – 100

PEMKAB PROBOLINGGO TARGETKAN BANGUN KAWASAN 100 – 0 – 100

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro melakukan peninjauan, proyek Sanitasi/Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (sAIIG) atau program hibah Australia-Indonesia untuk pembangunan sanitasi di Komunitas Pengguna Sarana Air Limbah Domestik Terpusat Tugu Hati Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Sabtu (16/03/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, anggota Komisi XI DPR RI dan Bupati Tantri mengunjungi Komunitas Pengguna Sarana Air Limbah Domestik Terpusat, mengunjungi IPALD serta melakukan dialog dengan masyarakat pengguna IPALD.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2010, Kota Kraksaan resmi ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo. Selama 9 tahun Kota Kraksaan merupakan waktu yang sangat singkat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur karena Kraksaan labelnya sudah menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo.

“Kami terus bersemangat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, sosial dan budaya di Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota Kraksaan. Mohon dukungannya agar Kota Kraksaan layak menjadi daerah yang masyarakatnya sejahtera, cerdas semua anak-anaknya dan generasi mudanya bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Bupati Tantri, program sanitasi komunal telah diterima oleh Pemerintah Daerah mulai tahun 2015 hingga 2018 dan akan diteruskan tahap kedua pada tahun 2019. Diharapkan program ini bisa ditambahkan lagi kuantitasnya, karena direncanakan akan bertambah sekitar 1000 sambungan rumah.

“Harapannya dengan program kami bersama-sama semangat lagi bagaimana membangun kawasan 100 0 100. Yakni 100% akses air bersih, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi betul-betul bisa dilalui bersama pada tahun 2019 ini,”pungkasnya.

Sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan program penyediaan air bersih dan sanitasi sangat penting. Karena program perbaikan sanitasi akan berkontribusi pada pencegahan wabah penyakit menular, yang terjadi karena BABS (Buang Air Besar Sembarangan) serta kontaminasi air tanah dan sumber air oleh kotoran manusia atau limbah domestik.

“Salah satu penyakit yang umum terjadi karena lingkungan hidup yang tidak bersih adalah penyakit diare pada anak. Selain itu, kasus stunting banyak terjadi di daerah yang sanitasinya kurang layak,” katanya.

Menurut Bambang, ada dua faktor yang menyebabkan masyarakat BABS. Pertama karena faktor kebiasaan, sehingga perlu dikampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua karena mungkin fasilitas sanitasinya kurang baik di masing-masing rumah maupun komunal. Sehingga memang perlu disediakan sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat.

“Untuk DAK tahun 2020 mendatang, pemerintah pusat sudah menyiapkan DAK khusus bagi Kabupaten Probolinggo. Silahkan segera membuat pengajuan untuk pembangunan sarana sanitasi. Karena sering terjadi yang lebih memberikan DAK adalah jalan dari pada sanitasi. Padahal yang lebih sulit adalah sanitasi dari pada jalan,” terangnya. (Zulkiflie)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …