WAGATABERITA.COM – GARUT. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono, mengunjungi Pondok Pesantren Fauzan, yang dipimpin KH. Aceng Abdul Mujib, yang terletak di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu (27/03), pukul 16 : 00 WIB.
Dalam rangka penggalian kembali nilai – nilai Pancasila, yang mulai tergerus modernisasi, tim Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di temui langsung oleh pimpinan Pesantren Fauzan, KH. Aceng Abdul Majid dan beberapa peserta diantaranya Rully (budayawan), Tri Utami (budayawan), Joko (tokoh pemuda), Bayu (dosen), Aat (tokoh masyarakat), Kang Man (tokoh masyarakat), Rahma (dosen), Yudi (tokoh masyarakat), Rizal (tokoh masyarakat), Hamdani (tokoh masyarakat)
KH. Aceng Abdul Majid menjelaskan “Pada dasarnya kita semua adalah pemerhati lingkungan, prinsip yang menjadikan dasar dalam Islam adalah jangan sekali – kali berbuat kerusakan di bumi ini. Allah menciptakan bumi ini dalam keadaan baik, dan selanjutnya saat ini kita menyaksikan kerusakan lingkungan dimana – mana, di lautan dan di daratan karena ulah manusia.”
“Islam memprioritas suatu gagasan bagaimana membuat proses penyadaran yang paling utama, dengan kesadaran terhadap lingkungan maka orang akan peduli,” tambah Ustad Nurdin.
KH. Aceng Abdul Majid menjelaskan “Terkait pengolahan sampah, di Pesantren kami dengan jumlah santri yang banyak sampah masih menjadi masalah, dengan harapan adanya pertemuan bersama BPIP ini kita bisa menghasilkan solusi selain hidup sehat dan bersih, selain itu kita bisa memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang produktif. Bagaimana sampah bisa membuat siklus produktivitas mata rantai ekonomi antara Santri dan juga masyarakat sehingga harapan kami pesantren bisa memberikan manfaat dan contoh kepada masyarakat agar bisa menjadi bukti, bagaimana menerapkan kesadaran hidup bersih dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, karena saat ini masyarakat sulit mencontoh apabila belum ada bukti. Di Pesantren ini kami juga membuat Puskesdes (Pusat Kesehatan Desa) untuk santri, dan juga untuk warga yang tidak mampu berobat silahkan kesana yang dokter nya karena setiap bulan sudah disiapkan anggaran pesantren untuk bayar jasa dokter dan obat – obatnya,” Jelasnya kepada rombongan BPIP.
Menanggapi pernyataan demi pernyataan tersebut, Prof. Hariyono menjelaskan “melalui sila ke 2 Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, hari ini kita saksikan betapa pentingnya peran pesantren dalam membangun budaya bersih sehat serta ramah terhadap lingkungan. Kyai Aceng Abdul Majid telah menanamkan sejak dini nilai – nilai pancasila melalui program kebersihan dan cinta lingkungan, sehingga para santri memiliki tanggung jawab sekaligus juga menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat sekeliling, semua hal tersebut dalam konteks yang lebih luas adalah sebagai wujud cinta tanah air” tandas Penjabat Kepala BPIP. Minggu (31/03/2019) (Red/*)
- BPIP TEMUKAN MUTIARA PANCASILA DARI KOMUNITAS BAND HEAVY METAL BANDUNG
- GALI LEBIH BANYAK MUTIARA PANCASILA KEPALA BPIP KUNJUNGI GEREJA SANTO GREGORIUS
- KEPALA BPIP MINTA WARISAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA PURA KERTAJAYA DIPERTAHANKAN
- KEPALA BPIP APRESIASI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA PADA VIHARA NIMMALA
- KEPALA BPIP APRESIASI KAMPUNG MUJAIR SEBAGAI CONTOH MUTIARA PANCASILA
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.