WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam upaya melestarikan budaya bangsa di era modernisasi, Mahasiswa Jurusan sendratasik Konsentrasi Seni Tari Universitas Surabaya (Unesa) akan menggelar Festival Tari Tradisional Pelajar (FTTP) 2019 se – Jawa Timur.
Untuk meningkatkan rasa cinta terhadap kesenian tari tradisional pada usia remaja dan menampung daya kreatifitas yang dimiliki pelajar SMP dan SMA sederajat di Jawa Timur Festival bertajuk Spirit Tradisional di Bingkai Modernisasi ini daiadakan pada tanggal 5 hingga 6 Oktober 2019 di Gedung Pertunjukan Sawunggaling Unesa Jl. Kampus Unesa, Lidah Wetan Lakarsantri Surabaya, Senin (23/09/2019).
- ANGGARAN SANGGAR SENI TAK TURUN INDAH KURNIA ENGGAN TANGGAPI PERTANYAAN WARTAWAN
- LUDRUK MILENIAL SUKSES DIGELAR SEMUA BERHARAP BUDAYA JATIM INI WAJIB DILESTARIKAN
- PEMKOT DIHARAP DAPAT MEMILAH MANA KELOMPOK LUDRUK PROFESIONAL DAN AMATIR
- INI BUKTI GENERASI MILENIALS TAK TINGGALKAN BUDAYA LUDRUK
- PARA PEMERAN ALADIN 1001 MALAM DI PAGELARAN LUDRUK SURABAYA
Firyal Nabilasari selaku Sekretaris Panitia saat berkunjung ke Kantor Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Timur yang berlamat di Maspion Square Jl. A. Yani blok C No. 12 Surabaya menjelaskan, untuk melestarikan budaya tidaklah cukup hanya dengan kegiatan event atau pertunjukan seni saja, tapi harus melibatkan semua pihak, termasuk media online.
“Menurut kami media online seperti yang tergabung di IWO Jatim memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Karena itu, kami menggandeng IWO Jatim sebagai media support kami,” tutur perempuan yang akrab disapa Iyal ini.
Dia berharap kerjasama antara Panitia Festival dengan IWO Jatim dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian budaya bangsa serta dapat memberikan warna dalam Festival Tari Tradisional Pelajar 2019, “Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus IWO Jatim yang mau menerima kami untuk bekerjasama,” tuturnya.

Dalam hal ini Ketua IWO Jatim Satwika Rumeksa menyambut baik kerjasama ini dan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan FTTP 2019, “Ini merupakan ajang kreatifitas dan ajang pelestarian budaya ditengah – tengah gencarnya serangan budaya asing dan patut kita dukung,” terangnya.
Agar ajang pelestarian ini tidak sekedar melestarikan dalam bentuk event pertunjukan saja, lebih dikemas ke dalam kegiatan yang terintregrasi yang kemudian menjadi sebuah informasi yang layak untuk disampaikan tidak hanya ke dalam negri tapi juga ke seluruh dunia, “semua pelestarinya terintrgrasi, baik itu Pemerintah, pelaku seni, masyarakat lainnya serta yang tidak kalah pentingnya adalah peran media,” kata Ruru sapaan akrabnya.
Kata Ruru kembali, semoga kerjasama ini berjalan dengan baik dan menjadi tolak ukur dikemudian hari bagi kita semua dalam melestarikan budaya bangsa. (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.